HUKUM

Korupsi KUR BSI Rp4,8 Miliar di Tebo Diungkap, Dua Pegawai Bank Jadi Tersangka

Tebo – Polres Tebo mengungkap kasus dugaan korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jambi Rimbo Bujang 1 tahun 2021, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp4.825.000.000. (empat milyar delapan ratus dua puluh lima juta rupiah). Dua mantan pegawai bank ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

 

Kedua tersangka adalah EW yang menjabat sebagai Branch Manager KCP Rimbo Bujang 1 saat itu, dan MT selaku staf pemasaran mikro. Keduanya diduga terlibat dalam proses penyaluran KUR fiktif kepada 26 nasabah.

 

Kapolres Tebo AKBP Triyanto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan pengaduan yang disampaikan pihak BSI pusat melalui Kepala Cabang BSI Rimbo Bujang tahun 2023, setelah ditemukan dugaan penyimpangan melalui audit investigatif internal.

 

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Tebo, terungkap adanya dugaan kuat tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kredit usaha rakyat (KUR) di salah satu bank syariah di wilayah Rimbo Bujang pada tahun 2021. negara mengalami kerugian sebesar Rp4,8 miliar. Ini berasal dari 24 nasabah KUR kecil dan 2 nasabah KUR mikro yang datanya direkayasa. Kita sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni EW selaku Kepala Cabang dan MT selaku Marketing, yang diduga kuat memanipulasi data nasabah untuk meloloskan pencairan dana. Ini adalah bentuk kejahatan terstruktur dan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kapolres Tebo

 

Dari total plafon pembiayaan fiktif senilai Rp4,8 miliar, penyidik telah berhasil menyita dana sebesar Rp3.825.022.282,85, yang berasal dari angsuran pokok nasabah dan pembayaran klaim asuransi dari PT Askrindo Syariah dan PT Jamkrindo Syariah.

 

Sejumlah dokumen penting turut disita sebagai barang bukti, di antaranya 26 bundel dokumen pengajuan pembiayaan nasabah, Bukti audit investigatif, Dokumen kerja sama penjaminan pembiayaan KUR, Surat penempatan jabatan para tersangka dan Bukti klaim dan sertifikat kafalah asuransi.

 

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh minimal dua alat bukti yang cukup. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dapat diancam dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp1 miliar.

 

Polres Tebo menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi, termasuk di sektor perbankan dan layanan keuangan publik.

Sumber : https://mediahub.polri.go.id/in

MA

Recent Posts

Polsek Kuta Makmur Patroli Malam, Sosialisasikan Pencegahan Karhutla

ACEH UTARA – Personel Polsek Kuta Makmur, Polres Lhokseumawe, melaksanakan patroli malam untuk mengantisipasi gangguan…

12 jam ago

Kapolres Lhokseumawe Pimpin Apel Operasi Patuh Seulawah 2026, Tingkatkan Kepatuhan dan Kamseltibcarlantas

LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., memimpin apel gelar pasukan…

13 jam ago

Polres Lhokseumawe Ungkap 12 Tersangka Curanmor dan Penadahan, 21 Sepeda Motor Disita

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe mengungkap kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penadahan yang terjadi…

13 jam ago

Hujan Lebat dan Angin Kencang, Polisi Bersama Tim Gabungan Evakuasi Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Mobil di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe yang…

13 jam ago

Program Prioritas Kapolri, Polres Lhokseumawe Gelar Minggu Kasih Bersama Jemaat HKBP

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe terus menjalankan Program Prioritas 100 Hari Kapolri melalui kegiatan Minggu Kasih…

13 jam ago

Hadiri Maulid, Kapolres Lhokseumawe Perkuat Silaturahmi dengan Waled Lapang

ACEH UTARA – Memperkuat silaturahmi dengan ulama serta membangun kedekatan dengan masyarakat, Kapolres Lhokseumawe AKBP…

13 jam ago