Aceh Utara — Seluruh rangkaian agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-800 Kabupaten Aceh Utara atau delapan abad Kerajaan Samudera Pasai berakhir dengan sukses, meriah, dan kondusif, Minggu (13/9/2026) malam.
Puncak perayaan yang berlangsung di Aceh Utara tersebut ditutup dengan penampilan grup musik lokal Apache 13 yang menyedot perhatian ribuan warga setempat.
Sejak awal acara, panitia penyelenggara bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara telah menerapkan skema pengamanan ketat, termasuk memisahkan area penonton laki-laki dan perempuan guna menjaga ketertiban.
Namun, seiring berjalannya pertunjukan, antusiasme pengunjung terus meningkat hingga sejumlah penonton terdorong maju memadati area lapangan dan menyebabkan pagar pembatas mengalami kerusakan.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil—yang akrab disapa Ayahwa—langsung mengambil tindakan tegas dengan meminta panitia menghentikan pertunjukan musik pada pukul 23.36 WIB guna mengantisipasi euforia berlebihan.
“Kasep nyo, peumate laju, acara ka selesai nyoe (Sudah cukup, matikan saja [musiknya], acara sudah selesai),” kata Ayah Wa saat menginstruksikan penghentian acara di lokasi.
Bupati Ayah Wa menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Pihaknya tidak menginginkan tingginya euforia pengunjung memicu potensi gangguan ketertiban yang sulit dikendalikan.
Langkah cepat dan tegas Kepala Daerah tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah warga yang hadir. Penonton menilai tindakan spontan Bupati sangat tepat dalam mencegah terjadinya kericuhan.
Usai penghentian pertunjukan tersebut, situasi di area kegiatan kembali tenang. Masyarakat membubarkan diri secara bertahap dan tertib hingga seluruh agenda perayaan delapan abad Samudera Pasai resmi berakhir dengan aman.








