LHOKSUKON — Kemeriahan HUT ke-800 Kabupaten Aceh Utara menjadi momen hangat yang mendekatkan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan masyarakat. Hadir memeriahkan pameran, stand BGN tak sekadar memajang informasi, tetapi menjelma menjadi ruang edukasi penuh kepedulian yang menyentuh langsung para pengunjung dari berbagai kalangan.
Sejak hari pertama, Senin (7/9) hingga Kamis (10/9), kehangatan terasa di stand BGN melalui aksi berbagi stiker dan paket sayur segar gratis bagi para pengunjung. Tidak hanya itu, BGN turut memamerkan jajaran alat produksi pengolahan masakan modern—seperti mesin giling bumbu, mesin pemotong sayur, ompreng, hingga Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa sandal karet anti-slip, celemek, masker, sarung tangan, dan penutup kepala—guna menunjukkan standar higienitas, serta keamanan pangan yang diterapkan.
Pelayanan gizi pun diberikan secara nonstop demi memastikan masyarakat mendapat pengetahuan kesehatan yang memadai. Setiap hari, para ahli gizi bersiaga membagikan edukasi gizi secara bergantian dalam tiga shift penuh selama 24 jam.
Panitia stand BGN Aceh Utara, sekaligus Kepala SPPG Mns Tutong Lhoksukon dari Yayasan Indo Global Sejahtera, Rena Fajarna (24), mengungkapkan rasa bahagianya melihat respons masyarakat. Antusiasme paling riuh datang dari anak-anak sekolah yang memadati stand sambil bersorak kegirangan.
”Antusias anak-anak melihat stand BGN sangat terasa, kebanyakan mereka berteriak ‘MBG… MBG!’, kami pun merasa sangat senang. Bahkan rata-rata anak sekolah yang datang ke stand minta dibelikan miniatur mobil MBG yang kami pamerkan,” tutur Rena.
Momen haru dan harapan juga tercipta saat remaja asal Simpang Kramat mendatangi stand untuk menanyakan kapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir di sekolah mereka. Tim BGN dengan sigap dan ramah memberikan penjelasan bahwa proses penetapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus berjalan secara bertahap demi menjangkau seluruh wilayah.
Terlepas dari dinamika operasional—termasuk empat unit yang sempat dihentikan sementara demi merampungkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum dibuka kembali—kehadiran BGN di ajang ini membuktikan komitmen total dalam memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dalam operasional harian tetapi juga di event besar daerah.
Harapan besar terpancar agar BGN semakin dikenal dekat oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh Utara. Keberhasilan kolaborasi ini pun mendapat apresiasi tinggi dari kepemimpinan wilayah BGN.
Koorwil BGN Aceh Utara, Risda Felina, S.Sos., menyampaikan, dari total 86 SPPG di Aceh Utara, saat ini yang sudah beroperasi 79 titik dengan jumlah penerima manfaat 222.896 jiwa.
Risda juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara atas kesempatan yang diberikan untuk berpartisipasi langsung menyapa warga.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pemkab Aceh Utara serta panitia HUT ke-800 Aceh Utara yang telah mengajak kami berkolaborasi hadir memeriahkan momen bersejarah ini. Harapan kami, keberadaan BGN semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh masyarakat,” pungkas Risda. []








