Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

Warga Buket Sentang Swadaya Atasi Saluran Irigasi Tertimbun Longsor

Redaktur Pelaksana by Redaktur Pelaksana
6 April 2026
in Daerah
A A

LHOKSUKON – Ratusan hektare lahan pertanian di Kemukiman Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, terancam produktivitasnya akibat putusnya saluran irigasi di Desa Buket Sentang. Warga setempat memilih bergerak mandiri secara swadaya untuk menormalisasi saluran yang tertimbun material longsor.

Saluran irigasi ini merupakan urat nadi bagi empat gampong, yakni Buket Sentang, Blang Aman, Cot u Sibak, dan Meunasah Reudeup. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 500 hektare (Ha) areal persawahan yang terdampak, di mana Gampong Blang Aman sendiri memiliki luasan mencapai 250 Ha.

Baca juga

Melalui Mimbar Jumat, Kapolsek Syamtalira Bayu Sampaikan Imbauan Kamtibmas dan Santuni Anak Yatim

18 April 2026

Ratusan Warga Muara Satu Terima Bantuan Beras SPHP dan Minyak Goreng, Polsek Pastikan Penyaluran Aman

18 April 2026

 

Geuchik Buket Sentang, Imran, Senin, 6 April 2026 menjelaskan, kerusakan ini dipicu oleh tingginya curah hujan pada November 2025 lalu. Longsor di pinggiran irigasi menyumbat total aliran air ke sawah dan perkebunan warga.

 

“Pasca longsor, warga sempat berupaya mengandalkan air dari parit kebun sawit yang dialirkan ke sawah. Namun hasilnya tidak maksimal. Masyarakat merugi karena padi banyak yang kosong atau kopong,” ujar Imran.

 

Kondisi ini sangat memukul ekonomi warga Buket Sentang yang terdiri dari 70 KK (sekitar 350 jiwa). Seluruh penduduk di desa tersebut menggantungkan hidup sebagai petani sawah dan kebun, tanpa ada yang berprofesi sebagai PNS.

 

Khawatir akan waktu birokrasi yang lama jika menunggu bantuan pemerintah, warga memutuskan untuk melakukan pengerjaan secara mandiri. Pengerjaan dilakukan di tiga titik sepanjang 150 meter menggunakan alat berat excavator.

 

“Sebanyak 15 buah gorong-gorong sayap kiri telah terpasang, dan akan dilanjutkan dengan 10 buah di sayap kanan. Lahan yang kita keruk ini merupakan milik Jamaluddin, salah seorang warga Buket Sentang. Ia merelakan lahan perbukitan miliknya seluas 1 Ha untuk dikeruk demi memperlancar jalur air agar tidak terjadi longsor berulang,” ungkap Imran.

 

Jamaluddin mengaku inisiatif ini diambil karena lahan miliknya sendiri sebelumnya telah hancur akibat longsor. “Sekitar setengah hektar lahan saya yang ditanami duku, pisang, dan durian sudah amblas. Jadi saya inisiatif keruk sisa lahan saya agar tidak terjadi lagi longsor yang menyumbat air,” ungkapnya.

 

Krisis Air Bersih dan Pertanian Hortikultura

 

Selain padi, petani hortikultura yang menanam cabai, kacang panjang, dan semangka juga mengalami krisis air. Selama ini, mereka terpaksa membuat kolam buatan untuk menampung rembesan air sawit guna menyiram kebun.

 

Masalah air di Buket Sentang tidak hanya terbatas pada pertanian. Hingga saat ini, desa tersebut belum tersentuh layanan PDAM. “Selama ini warga mengandalkan sumur bor atau sumur tanpa cincin yang dibuat menyerupai kolam untuk memenuhi kebutuhan air harian. Sementara untuk air minum, rata-rata warga membeli air isi ulang,” jelas Imran

 

Melalui aksi swadaya ini, warga berharap aliran air dapat kembali normal sehingga musim tanam mendatang tidak lagi dihantui risiko gagal panen. [] CUT ISLAMANDA 

Share237Tweet148Send

Konten terkait

Polisi Bekuk Dua Pelaku Curanmor di Aceh Utara

14 April 2026

LHOKSUKON - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Utara berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dalam waktu singkat,...

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Lhoksukon Mulai Bajak Lahan

14 April 2026

LHOKSUKON - Lapas Kelas IIB Lhoksukon terus berkomitmen dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan...

Silet Nanggroe dan Kultural Heritage Identitas Kita: Mengapa Anak Muda Aceh Harus Bangga?

12 April 2026

LHOKSEUMAWE — Arus globalisasi yang tak terkendali kini mengancam keberlangsungan nilai-nilai tradisional yang telah terjaga selama berabad-abad. Tanpa peran aktif...

Empat Hari Tak Terlihat, Pria di Tanah Jambo Aye Ditemukan Tak Bernyawa

11 April 2026

ACEH UTARA - Warga Gampong Rawa Itek, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria...

Terbaru

Melalui Mimbar Jumat, Kapolsek Syamtalira Bayu Sampaikan Imbauan Kamtibmas dan Santuni Anak Yatim

18 April 2026

Ratusan Warga Muara Satu Terima Bantuan Beras SPHP dan Minyak Goreng, Polsek Pastikan Penyaluran Aman

18 April 2026

Trending

  • Silet Nanggroe dan Kultural Heritage Identitas Kita: Mengapa Anak Muda Aceh Harus Bangga?

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Bergenre Erotis, Film Virgin Forest Kisah Fotografer Ditugaskan ke Hutan dan Bertemu Wanita Terperangkap di Rumah Bordil

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Apel Pagi Polsek Meurah Mulia, Kapolsek Tekankan Disiplin dan Peningkatan Kinerja Personel

    588 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Gunakan Senjata Tajam, Tuna Rungu Wicara Serang Ibu dan Anak di Aceh Utara

    594 shares
    Share 238 Tweet 149
  • “Sugar Baby” 2023, Film Filipina Mengisahkan Perjalanan Wanita Cantik Azi Acosta Menghidupi Keluarga

    1932 shares
    Share 773 Tweet 483
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.