Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

Pemerintah Diminta Serius Tangani Konflik Antara Satwa dan Manusia

Redaksi by Redaksi
22 Agustus 2023
in Daerah
A A
Foto:Mukim Blang Pante Paya Bakong Aceh Utara saat memberi keterangan kepada awak media/senin 21 Agustus 2023

LHOKSUKON- Para petani Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara meminta pemerintah serius menangani masalah gajah sebagai satwa yang dilindungi diwilayah mereka uang sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir.

“Konflik gajah diwilayah kami sudah terjadi tiga bulan terakhir. Kami meminta Pemkab Aceh Utara segera mencari solusi penyelesaian konflik antar petani dengan gajah liar yang selama ini telah merusak tanaman yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah serta mengancam nyawa warga,” kata Imum Mukim Blang Pante Paya Bakong, Usman saat dikonfirmasi, Selasa (22/8).

Baca juga

Turnamen Bola Voli Piala Ketua KONI Aceh Siap Digelar di Aceh Utara, 16 Tim dari Empat Daerah Ambil Bagian

27 Juli 2026

Laga Pembuka Kapolres Lhokseumawe Cup II Dramatis, Meurah Mulia Tumbangkan Yanco VC 3-2

3 April 2026

Usman mengatakan kawanan gajah liar itu sudah tiga bulan bolak balik dan merusak kebun warga. Tentu warga sangat berharap ada tanggapan serius dari Pemerintah dalam menangani konflik satwa ini dengan petani sehingga kebun tidak lagi rusak.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin mengusir gajah tersebut dan bahkan sudah memasang kawat kejut. Bahkan juga mengusir dengan menggunakan marcon, tapi gajah liar itu mengejar warga sehingga dia terpaksa bersembunyi diatas pohon selama 12 jam,” katanya.

Usman meminta kepada tim Conservation Response Unit (CRU) Aceh Utara untuk dapat mendampingi warga jika gajah masuk ke perkebunan warga. Namun, selama ini jagankan turun ke lapangan dihubungi pun tim CRU tidak pernah merespon.

“Dengan kondisi seperti ini masyarakat sudah panik dengan keberadaan kawanan gajah liar itu. Sehingga kami sudah menganggap gajah ini sebagai hama bukan lagi satwa yang dilindungi oleh negara,” katanya.

Usman menilai pemerintah baik tingkat provinsi hingga kabupaten tidak peduli dengan nasib para petani yang kebunnya di obrak-abrik oleh satwa tersebut. Kecuali tim BKSDA yang selalu mendampingi petani untuk menghalau gajah itu masuk ke perkebunan warga.

“Jika dilihat kondisi ini, para petani menilai pemerintah kurang peduli dalam hal penanganan konplik satwa dengan manusia juga terkesan tutup mata,”ujarnya.

Foto:Istimewa

Kepala Resort 12 SKW 1 Aceh Utara,BKSDA Aceh, Nurdin mengatakan, konflik satwa liar dengan petani disini sudah hampir terjadi lima tahun lebih dan semakin tahun semakin meningkat. “ini diakibatkan pembukaan perkebunan lahan baru baik skala kecil maupun besar. Serta juga aktifitas di pembukaan jalur menuju ke lokasi Makam Cut Meutia,” katanya.

Nurdin mengatakan kawanan gajah yang masuk ke lokasi ini terakhir tempat persingahan mereka sesuai dengan titik GPS yang pernah dipasang 2016 dan dibuka kembali pada 2019. “Ini merupakan jalur terakhir di Alue Kajeung yang merupakan jelajah kawanan gajah liar itu dimulai dari Langkahan,” katanya.

Selama ini kawanan gajah itu menetap karena ada banyak aktifitas pembukaan jalan menuju ke lokasi Makam Cut Meuti serta pebukaan perkebunan baru. “Karena ada aktivitas dilokasi itu maka kawanan gajah liar menjadikan Desa Blang Pante tempat persingahan terakhir. Meskipun kita sudah membentuk tim disini dan sudah berkeja dengan maksmial, namun belum menemukan hasil dengan pertimbangan dikerankan belum ada SK yang dikeluarkan oleh pihak Pemkab,”katanya.

Nurdin menjelaskan selama ini BKSDA membantu masyarakat untuk menghalau gajah liar itu dengan memberi bantuan marcon. Terkait CRU tidak pernah turun ke lapangan pihaknya sudah mendapat informasi dari Perangkat Desa Blang Pante dan bahkan saat dihubungi tidak pernah diangkat.

“Jadi kami pun meminta kepada semua pihak untuk mensuport kedepan untuk menyelamatkan masyarakat Blang Pante. Jika jumlah gajah liar dari Langkahan hingga Alue Kajeung, Desa Blang Pante ada sekitar 70 ekor,”ujarnya.

Sedangkan Camat Paya Bakong, Syahrul Nisam meminta Pemprov Aceh untuk mencari solusi bagaimana kedepan kawanan gajah liar itu jangan saja dihalau dengan marcon karena tidak takut lagi. “Jadi saya berharap bisa dijinak kan atau dibangun tempat penangkaran, jika bisa gajah ini bisa dijinakkan, tentu ini bisa menjadi objek wisata,”pungkasnya.

Tags: Aceh UtaraBKSDA AcehGajah LiarPaya BakongPemerinta Aceh Utara
Share237Tweet148Send

Konten terkait

Jubir Pemkab Aceh Utara Benarkan Pernyataan BEM UI Terkait Kondisi Aceh Pascabanjir

3 Juli 2026

BANDA ACEH - Juri Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli membenarkan pernyataan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait...

KIP Lhokseumawe Tetapkan Pemilih Berkelanjutan Triwulan Dua Bertambah Signifikan

1 Juli 2026

LHOKSEUMAWE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe menggelar Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun...

Dua remaja Aceh Utara dilaporkan hilang di Air Terjun Tujuh Bidadari

24 Juni 2026

LHOKSEUMAWE — Dua remaja asal Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan hilang setelah berkunjung ke kawasan...

Sebuah truk tanpa nomor polisi sedang berlalu lalang angkut tanah. (Foto: Jamal Hantu Rimba)

Tidak Ditertibkan, Truk Angkutan Tanah di Jambo Aye Bisa Merusak Lingkungan

24 Juni 2026

ACEH UTARA – Aktivitas lalu lalang truk angkutan tanah di wilayah Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, kian meresahkan...

Terbaru

Patroli Perintis Presisi Polres Lhokseumawe Intensif Cegah Gangguan Kamtibmas di Pusat Keramaian

1 Agustus 2026

Kapolres Lhokseumawe Buka Turnamen Voli Semi Open Piala Ketua KONI Aceh 2026, Perkuat Semangat Sportivitas dan Persatuan

1 Agustus 2026

Trending

  • Kapolres Lhokseumawe Beri Dukungan Penuh untuk Finalis Putri Pariwisata Indonesia 2026 Asal Aceh

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Kapolres Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan PT Aceh Distribusindo Raya, Pastikan Distribusi Kebutuhan Pokok Berjalan Aman dan Lancar

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Film Sugar Baby 2023, Alur Cerita Perjuangan Azi Acosta yang Dibumbui Adegan Ranjang

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
  • “Sugar Baby” 2023, Film Filipina Mengisahkan Perjalanan Wanita Cantik Azi Acosta Menghidupi Keluarga

    1965 shares
    Share 786 Tweet 491
  • Nonton Film Tuhog 2023, Kisah Perselingkuhan Seorang Istri Tentara dengan Ayah Mertua

    1223 shares
    Share 489 Tweet 306
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.