Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

Mengintip “Keumamah” Kuliner Khas Aceh Warisan Masa Perang

Oleh : Muchlis Gurdhum

Mukhlis by Mukhlis
19 Maret 2024
in Daerah, Featured, Nasional
A A

LHOKSEUMAWE- Keumamah, itulah sebutan populer terhadap jenis ikan olahan yang ada di Aceh. Bentuknya persis seperti kayu dan keras, sehingga dikenal juga dengan istilah “Ikan Kayu”. Namun siapa tahu, dibalik nikmatnya menikmati ikan olahan tersebut saat sudah berubah menjadi masakan, ternyata menyimpan perjalanan sejarah yang panjang.

Sengitnya perjuangan para pejuang Aceh pada masa lalu dalam melawan penjajah, hingga harus bergerilya dihutan-hutan dalam waktu yang lama. Membuat logistik perang harus selalu ada termasuk dalam bidang makanan.

Baca juga

Ciptakan Rasa Aman, Personel Satsamapta Intensifkan Patroli di Pusat Aktivitas Masyarakat

19 Juni 2026

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Lhokseumawe Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Mabrur

19 Juni 2026

Oleh pejuang Aceh pada masa lalu, diolah bahan lauk pauk ikan yang bisa tahan lama hingga berbulan-bulan lamanya untuk mencukupi kebutuhan gizi pejuang sekaligus nikmat untuk lauk pauk. Maka dari itulah muncul Keumamah, ungkap Tgk.Matang, salah seorang pemerhati sejarah Aceh di Lhokseumawe.

Karena beratnya perjuangan yang dilakukan serta pasukan yang harus berpindah-pindah dihutan dalam upaya memerangi musuh. Maka pejuang Aceh saat itu, menjadikan Keumamah tersebut sebagai salah satu cadangan logistik yang praktis dan mudah dibawa kemana saja.

Biasanya sebut Tgk.Matang, selain keumamah ada lagi bahan masakan yang dibawa, yaitu Asam Sunti atau yang lebih dikenal dengan Asam Aceh. Dimana belimbing wuluh yang dijemur kemudian diasinkan, serta memiliki daya tahan yang lama juga.

“Keumamah ini, selain bisa dinikmati tanpa diolah lagi, juga sering sering diolah dengan asam sunti. Sehingga menimbulkan selera makan pejuang saat itu. Oleh karena itu, dua bahan ini tak dapat dipisahkan saat itu,”  ungkap Tgk.Matang.

Pejuang-pejuang Aceh yang dikenal sulit ditaklukkan oleh penjajah, dalam melakukan perjuangannya ternyata memiliki cara jitu untuk tetap bertahan lama dihutan dengan mengolah berbagai kebutuhan sesuai dengan masa perang saat itu. Salah satunya dengan munculnya Keumamah ini.

Bahkan bukan itu saja, pada jaman dahulu  jamaah haji Aceh yang hendak berangkat ke tanah suci dengan kapal layar yang memakan waktu lama sampai di Mekah, juga menyiapkan Keumamah ini sebagai salah satu lauk pauknya selama dalam perjalanan, ungkap Tgk. Matang lagi.

Bagi orang Aceh, Keumamah merupakan jenis lauk pauk yang praktis dan mudah serta dapat diolah dengan berbagai bahan masakan khas Aceh lainnya, sehingga menimbulkan selera makan. Meski lahir dimedan perang, namun kelestariannya terjaga hingga sekarang.

Lantas bagaimanakah Keumamah tersebut. Salah seorang pemilik ikan olahan di perkampungan nelayan Pusong Lhokseumawe, Tgk.Rusli, mengatakan, bahwa ikan yang khusus diolah untuk Keumamah adalah ikan Tongkol.

Ikan Tongkol yang masih segar, direbus hingga matang. Kemudian dibelah empat dan dibuang tulang serta kepalanya, selanjutnya baru dijemur dibawah matahari hingga beberapa hari.

“Jika semakin lama dijemur, maka kadar airnya akan semakin berkurang dan daging ikannya akan semakin keras, persis seperti kayu.” ungkapnya.

Lanjut Tgk.Rusli, jika sudah keras seperti kayu,maka untuk mengkonsumsinya, badan ikan diiris tipis-tipis hasilnya seperti irisan kayu, direndam sebentar untuk melembutkan dagingnya, baru di masak, ujarnya.

Sebutnya lagi, permintaan ikan Keumamah, tinggi saat sedang sepi hasil tangkapan ikan nelayan. Alasannya, karena salah satu alternatif masyarakat untuk mencukupi gizi dari ikan, salah satunya dengan mengkonsumsi ikan Keumamah tersebut yang diolah dengan berbagai jenis masakan.

“Bila sedang tidak musim ikan, karena sulitnya nelayan melaut atau berkurangnya hasil tangkapan ikan dilaut. Maka permintaan ikan Keumamah tersebut, lebih tinggi dari biasanya,” ungkap pemilik pengolahan ikan asin di Lhokseumawe.

Begitu juga sebaliknya, jika sedang banyaknya hasil tangkapan ikan oleh nelayan, maka tingkat permintaan Ikan keumamah juga menurun. Akan tetapi, menurut penuturan pemilik usaha pengolahan ikan tersebut, bahan baku untuk Ikan Keumamah lebih mudah didapatkan jika sedang musim ikan, terutama untuk jenis ikan Tongkol.

“Jika sedang musim ikan Tongkol, maka banyak jenis ikan tersebut diolah untuk dijadikan Ikan Keumamah. Selanjutnya setelah diproses dijual kepasar kepada pedagang ikan asin,” ucapnya.

Sementara itu, pasaran ikan Keumamah sendiri menurutnya, lebih banyak terserap untuk kebutuhan pasar didalam daerah Aceh sendiri.  Sedangkan untuk keluar daerah sangat kurang, kecuali jika ada warga Aceh yang tinggal diluar daerah dikirim dalam skala kecil.

Begitulah proses pembuatan Keumamah menurut pengrajin ikan olahan di Lhokseumawe. sedangkan bagaimana cara mengolahnya, salah seorang pemilik warung makanan khas Aceh di Lhokseumawe Yuna mengatakan, bahwa ikan Keumamah dapat diolah dengan berbagai varian masakan khasnya.

Namun, seperti diungkapkan oleh wanita itu,  bumbu dasar Keumamah tetap Cabe Kecil, Cabe Merah, Bawang Merah, Bawang Putih, Kunyit, Ketumbar dan Asam Sunti.

“Itu merupakan bumbu dasarnya, selanjutnya disesuaikan untuk jenis masakan apa sesuai dengan selera,” ucapnya lagi.

Namun masakan untuk Keumamah tersebut, di Aceh lebih dikenal dengan di tumis hingga bentuk seperti kering basah. Proses pembuatanya pun sederhana asalkan ada bumbu-bumbu dasar tadi sebagaimana disebutkan. Jika ingin dicampurkan dengan bahan-bahan lain seperti kentang juga enak, ungkap Yuna lagi.

Itulah sekilas Keumamah, salah satu kuliner yang ada di Aceh. sebuah warisan dalam cerita perang pejuang Aceh dalam melawan penjajahan dimasa lalu, namun tetap lestari hingga sekarang.(*)

Share235Tweet147Send

Konten terkait

Tinggal Sebatang Kara, Lansia di Aceh Utara Ditemukan Meninggal di Atas Kasur

18 Juni 2026

LHOKSUKON – Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Bineh Blang, Gampong Matang Rubek, Kecamatan...

Sejumlah Kapolsek di Polres Aceh Utara Dirotasi

18 Juni 2026

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama dan Kapolsek jajaran di lingkungan Polres...

Satpol PP dan WH Aceh Utara Tertibkan Lapak PKL di Lhoksukon dan Pantonlabu

9 Juni 2026

LHOKSUKON – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Utara gencar melakukan penertiban terhadap...

Cegah Balap Liar, Polantas Aceh Utara Intensifkan Patroli Malam

7 Juni 2026

​LHOKSUKON – Guna mengantisipasi aksi balapan liar dan menjaga kondusivitas di jalan raya, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Aceh...

Terbaru

Ciptakan Rasa Aman, Personel Satsamapta Intensifkan Patroli di Pusat Aktivitas Masyarakat

19 Juni 2026

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Lhokseumawe Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Mabrur

19 Juni 2026

Trending

  • Film Sugar Baby 2023, Alur Cerita Perjuangan Azi Acosta yang Dibumbui Adegan Ranjang

    889 shares
    Share 356 Tweet 222
  • “Sugar Baby” 2023, Film Filipina Mengisahkan Perjalanan Wanita Cantik Azi Acosta Menghidupi Keluarga

    1952 shares
    Share 781 Tweet 488
  • Link Nonton Film Angeli Khang Aktris Imut Asal Filipina Selain LK21

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Nonton Film Tuhog 2023, Kisah Perselingkuhan Seorang Istri Tentara dengan Ayah Mertua

    1214 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Polres Lhokseumawe Musnahkan Ladang Ganja 2 Hektare di Sawang, Dua Pelaku Diamankan

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.