Aceh Utara — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).melaksanakan kegiatan pengolahan lumpur sisa banjir menjadi batu bata di Gampong Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan limbah banjir agar memiliki nilai guna serta bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.
Program tersebut merupakan bagian dari inovasi berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dibawa oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Melalui pendampingan dosen lapangan, lumpur sisa banjir yang sebelumnya tidak termanfaatkan diolah dan dikeringkan hingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan batu bata yang memiliki potensi ekonomi.
Pendampingan kegiatan dilakukan oleh Dr. Haryo Triajie selaku Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Garam LPPM UTM serta Ansori, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UTM. Keduanya memberikan bimbingan teknis kepada mahasiswa KKNT dan masyarakat dalam proses pengolahan lumpur banjir menjadi produk yang bermanfaat.
Dr. Haryo Triajie menyampaikan harapannya agar program tersebut dapat menjadi solusi pemulihan pascabencana banjir sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Gampong Paya Rabo Lhok melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia.
Kegiatan pengabdian ini juga berkolaborasi dengan Universitas Malikussaleh yang tengah melaksanakan program KKN Relawan di wilayah yang sama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan pascabencana melalui sinergi antarperguruan tinggi.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Relawan Universitas Malikussaleh, Muchlis, M.Sos., berharap kegiatan yang dilakukan oleh tim UTM dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa dan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lumpur banjir sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan pascabencana serta berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat setempat.(*)








