Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

Indonesia dan Thailand Perkuat Sinergi Tangani Kekerasan Seksual Anak di Ranah Digital

MA by MA
18 Juli 2025
in News
A A

Bangkok Thailand – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menggelar kunjungan kerja ke Thailand Internet Crimes Against Children Centre (TICACC), Kamis (17/7/2025).

Kunjungan tersebut menjadi langkah nyata Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri dalam memerangi ekspolitasi seksual anak di ranah digital sekaligus menjadi momen strategis kedua negara untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam pencegahan kekerasan seksual terhadap anak berbasis daring.

Baca juga

Patroli dan Monitoring Pasar Tradisional, Polsek Muara Satu Cegah Guantibmas dan Pastikan Stabilitas Harga

3 Mei 2026

Patroli Kota Presisi Sat Samapta Sasar Pusat Ekonomi, Cegah Kriminalitas dan Pungli di Lhokseumawe

3 Mei 2026

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Kepala TICAC serta jajaran otoritas Kepolisian Thailand, di markas Central Investigation Bureau, Bangkok, Thailand. Sementara Delegasi Polri dipimpin langsung oleh Dir PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Nurul Azizah serta didampingi oleh Komisioner KPAI, perwakilan Austrailan Federal Police (AFP) serta sejumlah delegasi dari Dittipid Siber Bareskrim dan Divisi Hubinter Polri.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Nurul Azizah menyampaikan pentingnya sinergitas internasional untuk menghadapi kejahatan seksual terhadap anak. Ia juga memberikan apresiasi terhadap otoritas Thailand yang menerima dan memberikan kesempatan kunjungan tersebut.

“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring dan sinergi internasional. Pengalaman dan keberhasilan TICAC dalam menyelamatkan ratusan anak dari eksploitasi daring menjadi pembelajaran berharga bagi kami dalam meningkatkan kapasitas dan strategi penanganan kejahatan serupa di Indonesia,” tegasnya

Brigjen Nurul Azizah menjelaskan bahwa pembentukan Dittipid PPA dan PPO oleh Polri menjadi langkah progresif dalam fokus penanganan kekerasan terhadap kelompok rentan.

“Pembentukan Dittipid PPA dan PPO oleh Polri sejak Oktober 2024 ini, merupakan langkah progresif untuk fokus menangani kekerasan terhadap perempuan, anak, kelompok rentan, serta tindak pidana perdagangan orang, termasuk kekerasan seksual berbasis elektronik,” ujarnya.

Lebih lanjtu, perwakilan TICAC memaparkan berbagai capaiannya yaitu melakukan 210 operasi sepanjang tahun 2025 dengan 59 penangkapan dan 151 surat perintah penggeledahan.

TICAC juga menjelaskan pendekatan yang telah diterapkan mulai dari fokus pada tiga bentuk kejahatan utama: perdagangan orang, kepemilikan materi pelecehan seksual anak (CSAM), dan pelecehan seksual terhadap anak, hingga pendekatan multi-lini yang dijalankan dengan melibatkan kepolisian, jaksa, lembaga internasional seperti FBI dan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), serta mitra LSM seperti HUG Project dan ZOE Foundation.

Sementara itu, Divisi Investigasi Kejahatan Siber Thailand Pol. Col. Runglert Kantachan mengatakan bahwa “Praktik “sextortion” kini semakin marak.

“Sextortion merupakan pemerasan berbasis materi seksual yang sering kali dikaitkan dengan sindikat perdagangan manusia,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Polri melalui Satgas Pornografi Anak Online mengungkapkan bahwa sejak 24 Mei 2024 hingga kini, telah memblokir lebih dari 10.934 konten pornografi anak di ruang digital. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan ruang daring yang aman bagi anak-anak.

Dalam sesi tanya jawab, Kasubdit II Dittipid PPA dan PPO KBP Ganis Setyaningrum menggali informasi mendalam terkait struktur organisasi TICAC, pendanaan, hingga mekanisme kerja sama dengan LSM. Kemudian, pihak TICAC menjelaskan bahwa kemitraan dibangun melalui perjanjian formal seperti MoU dan bersifat terbuka bagi lembaga penegak hukum serta mitra sipil yang memenuhi kualifikasi tertentu.

Diakhir kunjungan, Brigjen Pol Nurul Azizah berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan dalam bentuk aksi nyata.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara Polri dan TICAC serta mitra internasional lainnya. Bersama, kita berkomitmen melindungi anak-anak dari ancaman eksploitasi seksual, terutama di ruang digital yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Sumber : https://mediahub.polri.go.id/

Share234Tweet146Send

Konten terkait

Patroli dan Monitoring Pasar Tradisional, Polsek Muara Satu Cegah Guantibmas dan Pastikan Stabilitas Harga

3 Mei 2026

Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di pusat aktivitas ekonomi, personel Polsek Muara Satu melaksanakan...

Patroli Kota Presisi Sat Samapta Sasar Pusat Ekonomi, Cegah Kriminalitas dan Pungli di Lhokseumawe

3 Mei 2026

Lhokseumawe – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Tim Patroli Kota Presisi Satuan Samapta Polres Lhokseumawe...

Patroli Malam Polsek Meurah Mulia, Polisi Imbau Warga Waspada Curanmor dan Jaga Kamtibmas 

3 Mei 2026

Aceh Utara – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polsek Meurah Mulia melaksanakan patroli malam pada Sabtu...

Humanis dan Edukatif, Patroli Sat Polairud di Pusong Baru Perkuat Keamanan Pesisir dan Keselamatan Nelayan

3 Mei 2026

Lhokseumawe – Suasana pesisir Pantai Gampong Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, tampak lebih aman dan tertib saat personel Satuan Polisi...

Terbaru

Patroli dan Monitoring Pasar Tradisional, Polsek Muara Satu Cegah Guantibmas dan Pastikan Stabilitas Harga

3 Mei 2026

Patroli Kota Presisi Sat Samapta Sasar Pusat Ekonomi, Cegah Kriminalitas dan Pungli di Lhokseumawe

3 Mei 2026

Trending

  • Nonton Film Tuhog 2023, Kisah Perselingkuhan Seorang Istri Tentara dengan Ayah Mertua

    1201 shares
    Share 480 Tweet 300
  • “Sugar Baby” 2023, Film Filipina Mengisahkan Perjalanan Wanita Cantik Azi Acosta Menghidupi Keluarga

    1936 shares
    Share 774 Tweet 484
  • Selain Tuhog dan Tayuan, Ini Film Vivamax yang Tidak Kalah Menarik Untuk Ditonton

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Film Sugar Baby 2023, Alur Cerita Perjuangan Azi Acosta yang Dibumbui Adegan Ranjang

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Bergenre Erotis, Film Virgin Forest Kisah Fotografer Ditugaskan ke Hutan dan Bertemu Wanita Terperangkap di Rumah Bordil

    761 shares
    Share 304 Tweet 190
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.