Aceh Utara — Pagi itu, suasana di Gedung Kampus Lancang Garam, Lhokseumawe, terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari sebuah perjalanan pengabdian. Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., secara resmi melepas Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan hasil kolaborasi Unimal dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Selasa (27/1/2026).
Tim KKNT kemanusiaan ini akan menjalankan pengabdian di Gampong Paya Rabo, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, wilayah yang sebelumnya terdampak banjir cukup parah. Pelepasan tersebut menjadi simbol sinergi dua perguruan tinggi dalam menjawab persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Kegiatan pelepasan turut dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimal, Prof. Dr. Mawardati. Dari pihak UTM hadir Kepala Pusat Penelitian dan Inovasi Garam LPPM UTM, Dr. Haryo Triajie, serta Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UTM, Ansori.
Dalam sambutannya, Rektor Unimal menegaskan bahwa KKNT kemanusiaan bukan sekadar program rutin, melainkan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Sawang sebelumnya telah terdapat mahasiswa Unimal yang menjalankan KKN Relawan. Kehadiran tim KKNT kemanusiaan diharapkan mampu memperkuat kerja-kerja pemulihan melalui pendekatan kolaboratif, baik dalam aspek sosial maupun kemanusiaan.
Lebih dari itu, Rektor Unimal juga mengingatkan peserta KKNT untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan serta memahami adat dan budaya masyarakat Aceh. Ia menekankan pentingnya menjaga adab, sopan santun, dan nilai-nilai keislaman dalam setiap interaksi.
“Di Aceh, adat dan budayanya kental dengan nilai-nilai keislaman. Jangan lupa mengucapkan salam, baik saat bertamu, dan selalu mematuhi norma interaksi dengan masyarakat sebagai bagian dari komunikasi dan kearifan lokal di Aceh,” pesannya.
Sementara itu, kehadiran UTM di Kecamatan Sawang tidak hanya membawa semangat kolaborasi, tetapi juga bantuan kemanusiaan berupa donasi yang berhasil dihimpun untuk masyarakat terdampak.
Usai prosesi pelepasan, tim mahasiswa KKNT kemanusiaan yang didampingi dua dosen perwakilan UTM serta Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Relawan Unimal Kecamatan Sawang, Muchlis, M.Sos., langsung bertolak menuju Gampong Paya Rabo.
Setibanya di lokasi, para peserta KKNT secara resmi diserahkan kepada Keuchik Paya Rabo. Di sanalah rangkaian pengabdian dimulai mengabdi, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat, membawa harapan di tengah proses pemulihan pascabencana.(*)
LHOKSEUMAWE - Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lhokseumawe terus mengedepankan upaya pencegahan dini terhadap…
LHOKSEUMAWE - Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan bakti kesehatan (Baktikes) sebagai…
LHOKSEUMAWE - Pemerintah Gampong Meunasah Mesjid menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolres…
LHOKSEUEMAWE - Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan pasca bencana banjir, personel Polres Lhokseumawe bersama…
LHOKSEUMAWE - Dalam rangka mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), personel Polsek Blang Mangat…
ACEH UTARA — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyalurkan bantuan berupa tenda dan tangki air kepada…