Categories: News

Polres Lhokseumawe Tuntaskan Pengungkapan Kasus Perampasan Kemerdekaan Disertai Penembakan dan Pembunuhan di Alue Lim

Lhokseumawe – Polres Lhokseumawe menuntaskan pengungkapan kasus tindak pidana perampasan kemerdekaan yang disertai penembakan dan pembunuhan yang terjadi di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Dalam pengembangan perkara tersebut, polisi berhasil mengamankan dua tersangka berinisial RU dan RD, serta menyita dua granat dan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, didampingi Wakapolres Kompol Iswahyudi dan Kasat Reskrim AKP Dr. Bustani, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Serbaguna Wira Satya Polres Lhokseumawe, Kamis siang (25/6/2026).

Kapolres Lhokseumawe menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang telah dirilis Polres Lhokseumawe, yakni terkait tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada 9 November 2025. Dalam perkara tersebut, korban diketahui bernama Muhammad Nasir (Man), yang meninggal dunia akibat penembakan dalam rangkaian tindak pidana yang terjadi di wilayah Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

“Pada pengungkapan kasus awal, kami telah mengamankan pelaku lapangan atas nama Agusti. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan, diketahui bahwa senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak korban diperoleh dari seorang DPO berinisial RU. Berdasarkan informasi tersebut, kami kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut untuk menelusuri sumber senjata api sekaligus mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara ini,” ujar Kapolres.

Berbekal hasil pengembangan tersebut, tim Satreskrim Polres Lhokseumawe melakukan pencarian intensif terhadap RU, yang diketahui merupakan warga Kabupaten Bireuen. Selama kurang lebih enam bulan, petugas melakukan penyelidikan dan penelusuran keberadaan DPO tersebut hingga akhirnya memperoleh informasi akurat bahwa RU berada di Dusun Barat, Desa Blang Reuling, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Setelah memastikan keberadaan target, tim kemudian bergerak melakukan penggerebekan di lokasi dimaksud. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan RU bersama seorang pria lainnya berinisial RD yang saat itu berada di tempat yang sama. Saat dilakukan penggeledahan terhadap barang bawaan keduanya, petugas menemukan dua granat yang disimpan di dalam tas tersangka.

Kapolres menyebutkan, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua granat manggis dari tas milik RD. Selain itu, polisi juga menemukan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu. Hasil tes urine terhadap kedua tersangka menunjukkan bahwa keduanya positif menggunakan narkotika.

“Kedua tersangka kemudian kami bawa ke Polres Lhokseumawe untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pendalaman dan pencocokan keterangan dengan tersangka yang sebelumnya telah diamankan, diperoleh fakta bahwa RU tidak hanya diduga sebagai pihak yang menyediakan senjata api, tetapi juga berperan dalam menyuruh melakukan eksekusi terhadap korban,” lanjut Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa RU diduga menjadi pihak yang memberikan fasilitas berupa satu pucuk senjata api yang kemudian digunakan oleh pelaku lapangan untuk mengeksekusi korban Muhammad Nasir. Temuan tersebut sekaligus menguatkan keterlibatan RU dalam rangkaian tindak pidana perampasan kemerdekaan, penembakan, hingga pembunuhan yang terjadi di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

“Pengungkapan terhadap RU dan RD ini merupakan puncak dari pengembangan kasus yang telah kami lakukan sejak perkara tersebut pertama kali ditangani. Seluruh rangkaian mulai dari perampasan kemerdekaan, penyediaan senjata api, hingga penembakan dan pembunuhan terhadap korban berhasil kami uraikan. Dengan diamankannya para tersangka yang terlibat, kami menyimpulkan bahwa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dalam perkara ini telah berhasil diungkap,” tegas Kapolres.

Atas temuan dua granat tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 306 KUHP tentang memiliki, menyimpan, dan menyembunyikan bahan peledak, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Sementara itu, penyidik juga terus mendalami keterlibatan kedua tersangka dalam perkara pokok terkait tindak pidana perampasan kemerdekaan yang disertai penembakan dan pembunuhan terhadap korban Muhammad Nasir.

Polres Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan perkara tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kepolisian juga memastikan akan terus melakukan pengembangan apabila ditemukan fakta hukum baru yang berkaitan dengan jaringan maupun pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

MA

Recent Posts

Panen Raya Jagung Binaan Polsek Muara Batu Hasilkan 15 Ton, Wujud Dukungan Polri terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Aceh Utara – Polsek Muara Batu Polres Lhokseumawe menggelar Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun…

26 menit ago

Perkuat Disiplin dan Etika Personel, Sipropam Polres Lhokseumawe Gelar Pembinaan di Polsek Meurah Mulia

Lhokseumawe – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme serta memperkuat disiplin personel, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam)…

29 menit ago

Tingkat Patroli, Polsek Muara Satu Perkuat Upaya Cegah Kriminalitas di Batuphat Timur

Lhokseumawe – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, personel…

31 menit ago

Patroli Malam Satsamapta Polres Lhokseumawe Ditingkatkan, Cegah Kriminalitas dan Kenakalan Remaja

Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Satuan…

33 menit ago

Polsek Blang Mangat Intensifkan Sambang Malam, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif

Lhokseumawe – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel…

38 menit ago

Polres Lhokseumawe Ungkap Dugaan Percobaan Pencurian Disertai Pembakaran Toko Emas

Lhokseumawe – Polres Lhokseumawe mengungkap dugaan tindak pidana pencurian yang disertai pembakaran di Toko Emas…

1 jam ago