Categories: News

Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah

JAKARTA – Publik kini kembali menyoroti dinamika internal Almaz Fried Chicken setelah pendirinya, Okta Wirawan, resmi mengundurkan diri dari jabatan CEO di tengah berbagai persoalan yang membelit brand tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram Okta Wirawan (https://www.instagram.com/p/DSr_KjeEzCm/) pada 25 Desember 2025, ia pun menyampaikan bahwa dirinya secara resmi terhitung sejak 1 Januari 2026 bahwa ia telah mundur dari posisi CEO PT. Abuya Berkah Indonesia Makmur atau yang biasa dikenal dengan ABINDO Group. ABINDO Group sendiri merupakanperusahaan yang menaungi brand besar Almaz Fried Chicken serta Kebuli Abuya. Ia kemudian beralih ke posisi Chairman dari perusahaan tersebut. Sementara itu jabatan CEO kini diserahkan pada Bram Dwi Raditya, yang sebelumnya menduduki posisi COO.

 

Keputusan ini pun sontak mengejutkan publik. Pasalnya, sejak Oktober 2025, Ayam Goreng Saudi No. 1 di Indonesia sedang diterpa banyak kasus, dan juga sedang ramai dibicarakan oleh warganet melalui banyak unggahan di kanal media sosial. Tak hanya itu, berbagai unggahan warganet pun mulai menyoroti kondisi sejumlah cabang Almaz yang kini terlihat sepi pengunjung. Ditambah lagi, situasi tersebut diperparah dengan kabar penutupan permanen beberapa outlet, seperti cabang Tasikmalaya , disusul Purwakarta dan yang terbaru di area Batam.  Fenomena ini tentunya memunculkan tanda tanya besar mengenai stabilitas bisnis dan kondisi manajemen Almaz yang sebelumnya dikenal agresif dalam  melakukan ekspansi maupun perekrutan mitra investor dengan skema sistem kemitraan hingga sukses membuka lebih dari 150 cabang ditahun pertamanya beroperasi.

 

Pembahasan mengenai kondisi Almaz kini semakin ramai di berbagai platform, mulai dari X, TikTok, Facebook, hingga Instagram. Banyak netizen membandingkan perjalanan Almaz di tahun pertama yang dinilai sangat masif, hingga mampu membuka lebih dari 150 cabang dengan kondisi di tahun kedua yang justru dipenuhi penurunan omzet dan penutupan outlet.

 

Salah satu diskusi yang ramai dibahas, muncul di Komunitas Sharing di Social Media Facebook (https://www.facebook.com/groups/wirausahayuk.fjb/posts/1886748078621149/) yang menyebutkan sejumlah kritik terhadap brand Ayam Goreng Saudi tersebut, antara lain :

Strategi marketing yang dianggap berlebihan dengan mengangkat isu boikot sebagai alat promosi

Harga dinilai mahal dibanding kompetitor serupa

Rasa yang tidak konsisten disetiap cabangnya

Minim inovasi produk

Diperparah lagi dengan mundurnya CEO justru di tengah krisis. Sejumlah netizen pun kemudian menyimpulkan, bahwa mundurnya Okta Wirawan sebagai bentuk “exit plan” atau upaya melepaskan diri dari berbagai persoalan yang tengah membelit Almaz. Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menjawab tudingan tersebut secara komprehensif.

 

Tak hanya soal Almaz, warganet juga mulai menyoroti perjalanan bisnis Okta secara keseluruhan. Hingga kini, Okta tercatat telah membangun sedikitnya enam brand kuliner, di antaranya yaitu :

Almaz Fried Chicken

Kebuli Abuya

Kedai Abuya

Bakmi Madina

Soerabi Bandung Enhaii

Tukangsayur.id

 

Sebagian besar brand tersebut disebut mengalami penurunan performa, bahkan beberapa diantaranya tutup lapak dalam perjalanannya. Salah satu yang paling sering dibandingkan adalah Kebuli Abuya, yang sempat membuka lebih dari 50 cabang di berbagai daerah, namun kini dinilai semakin meredup. Brand tersebut sebelumnya juga tumbuh pesat melalui sistem bisnis kemitraan saat tren kuliner Timur Tengah hidangan Nasi Kebuli sedang meningskat. Namun, seiring waktu, peminat menurun dan sejumlah outlet dilaporkan tutup permanen dikarenakan minimnya pengelolaan baik secara promosi maupun operasional oleh manajemennya. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik bahwa pola serupa berpotensi terulang pada Almaz Fried Chicken.

 

Publik berharap, pergantian kepemimpinan di tubuh ABINDO Group dapat membawa perbaikan nyata bagi Almaz Fried Chicken. Kedepannya, transparansi manajemen dan pembenahan menyeluruh dinilai menjadi kunci agar brand ini dapat kembali membangun kepercayaan pasar dan mitra.

 

Kini yang menjadi pertanyaan publik yaitu, apakah Almaz mampu bangkit dan membuktikan diri di tengah krisis, atau justru mengikuti jejak brand-brand sebelumnya, masih menjadi pertanyaan yang terus diawasi publik.

AM

Recent Posts

Jelang HUT ke-81 RI, Muspika Syamtalira Bayu Bagikan dan Pasang Bendera Merah Putih ke Rumah Warga

Aceh Utara – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Muspika…

18 jam ago

Jelang HUT ke-81 RI, Polsek Muara Satu Bersama Koramil Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Lhokseumawe – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Polsek Muara…

18 jam ago

Jelang HUT ke-81 RI, Polsek Sawang dan TNI Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Aceh Utara – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, personel Polsek…

18 jam ago

Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Blang Mangat Bersama TNI dan Satpol PP Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih

Lhokseumawe – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polsek Blang…

18 jam ago

Kapolres Lhokseumawe Silaturahmi ke Dayah Cahaya Permata, Ziarah Makam Ulama Kharismatik Abu Piah Pulo Rungkom

Lhokseumawe – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melaksanakan silaturahmi sekaligus ziarah…

19 jam ago

Sambut HUT RI ke-81, Polsek Nisam Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat

Aceh Utara – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polsek…

2 hari ago