ACEH UTARA – Lumpur masih melekat di lantai kelas MIN 1 Muara Batu, Sabtu pagi (3/1/2026). Di sekolah dasar itu, banjir tak hanya meninggalkan genangan, tetapi juga kekhawatiran, apakah anak-anak bisa kembali belajar tepat waktu ?
Di tengah kondisi tersebut, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. hadir dan memimpin langsung pembersihan sekolah. Ia berdiri sejajar dengan personel Polres dan Brimob, menyemprot lumpur, mengangkat sisa-sisa banjir, tanpa jarak antara pimpinan dan anggota.
Puluhan personel dikerahkan. Water canon, mobil tangki air, dan dam truk bekerja silih berganti. Lumpur yang sempat menutup lorong dan ruang kelas perlahan tersingkir. Papan tulis kembali terlihat putih, lantai kembali mengering, dan halaman sekolah mulai bersih.
Bagi para guru, kehadiran Kapolres bukan sekadar simbol komando, tetapi wujud nyata kepedulian. Pendidikan, bagi Polres Lhokseumawe, adalah urusan masa depan. Karena itu, sekolah harus kembali siap sebelum bel pertama berbunyi.
Menjelang sore, sekolah yang sempat sunyi pascabanjir mulai berubah wajah. Ruang kelas kembali dapat digunakan, buku-buku yang rusak telah disingkirkan, dan lingkungan sekolah kembali aman.
Di MIN 1 Muara Batu hari itu, yang dibersihkan bukan hanya lumpur. Ada harapan yang kembali disiapkan—agar anak-anak bisa melangkah ke kelas dengan senyum, dan belajar tanpa bayang-bayang bencana.







