Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

Bhumi: Membuka Peta Pertanahan untuk Publik, Masyarakat Kini Bisa Ikut Awasi Tanah Negeri

MA by MA
23 Agustus 2025
in News
A A

Jakarta – Di era digital, akses terhadap data publik kian menjadi kebutuhan. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kini melangkah lebih jauh dengan meluncurkan aplikasi geoportal Bhumi, sebuah inovasi yang membuka peta dasar pertanahan untuk masyarakat luas.

 

Baca juga

Polres Lhokseumawe Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Warga yang Mudik Lebaran

15 Maret 2026

Polairud Polres Lhokseumawe Terlibat Evakuasi ABK Meninggal Dunia di Perairan Krueng Geukueh

15 Maret 2026

Transparansi urusan pertanahan kini bukan lagi hanya jargon. Lewat Bhumi, publik dapat langsung menelusuri bidang tanah di seluruh Indonesia, lengkap dengan status hak dan informasi spasial yang sebelumnya sulit dijangkau.

 

Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN, Harison Mocodompis, menegaskan bahwa Bhumi menjadi jembatan penting antara pemerintah dan rakyat. “Masyarakat bisa ikut menjadi mata bagi kerja-kerja pemerintah. Itu sebabnya kami membuka akses lewat portal https://bhumi.atrbpn.go.id/,” ujarnya.

 

Kehadiran aplikasi ini sejalan dengan semangat keterbukaan informasi publik, sekaligus menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pertanahan nasional.

 

Selama ini, data pertanahan kerap dianggap rumit, hanya bisa diakses kalangan tertentu, atau memerlukan prosedur panjang. Bhumi mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan peta interaktif yang dapat diakses siapa pun dengan jaringan internet.

 

Pada aplikasi ini, masyarakat dapat menemukan berbagai informasi, mulai dari Peta Interaktif, Pencarian Lokasi, hingga Informasi Zona Nilai Tanah (ZNT) yang selama ini menjadi referensi penting dalam transaksi jual beli tanah.

 

Tidak hanya itu, Bhumi juga memungkinkan pengguna melihat data bidang tanah yang sudah dipetakan maupun yang belum. Informasi ini penting untuk mencegah konflik agraria, tumpang tindih sertifikat, atau sengketa kepemilikan.

 

Harison menambahkan, transparansi ini merupakan bagian dari edukasi publik. “Kita ingin masyarakat ikut aktif mengawasi tata kelola pertanahan. Kalau ada data yang tidak sesuai, masyarakat bisa mengonfirmasi atau melaporkan,” jelasnya.

 

Dalam praktiknya, keterlibatan publik akan membantu pemerintah lebih cepat mendeteksi potensi masalah di lapangan, sekaligus memperkecil peluang praktik mafia tanah.

 

Sebagai platform berbasis open source, Bhumi hadir dengan sejumlah keunggulan teknis. Sistem ini tidak hanya informatif, tetapi juga memungkinkan analisis spasial secara langsung di layar (on screen analysis).

 

Fitur lain yang menjadi sorotan adalah kemampuan menampilkan visualisasi data 3D berbasis format BIM (Building Information Modeling). Dengan ini, tata ruang wilayah dapat dilihat lebih realistis.

 

Keunggulan visualisasi ini memberi nilai tambah, terutama bagi perencana pembangunan, akademisi, hingga warga yang ingin memahami kondisi lingkungannya secara detail.

 

Transparansi digital ini bukan hanya soal teknologi, melainkan soal membangun partisipasi. Dengan Bhumi, publik tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam pengawasan pertanahan.

 

Harison menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Tidak hanya Kementerian ATR/BPN yang bisa memikirkan, tapi harus ada sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” katanya.

 

Kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan, sebab tata kelola pertanahan melibatkan banyak pihak, mulai dari pusat hingga desa.

 

Dengan akses peta yang terbuka, pemerintah daerah dapat memanfaatkan data untuk perencanaan pembangunan, sementara masyarakat bisa menggunakannya sebagai rujukan legalitas tanah.

 

Fitur Bhumi juga memberi manfaat bagi pelaku usaha, notaris, akademisi, maupun peneliti. Semua pihak kini memiliki dasar yang sama dalam melihat peta pertanahan Indonesia.

 

Di balik semua itu, aplikasi Bhumi merupakan wujud nyata dari Asta Cita pemerintah, khususnya cita kedua: “Mewujudkan masyarakat yang berkeadilan, inklusif, dan harmonis”, serta cita keenam: “Membangun sistem pemerintahan yang terpercaya, efektif, dan transparan”.

 

Dengan menyediakan akses terbuka, ATR/BPN tidak hanya menegaskan komitmen transparansi, tetapi juga mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan pengelolaan data publik berbasis teknologi.

 

Testimoni Masyarakat

 

Masyarakat pun menyambut baik kehadiran Bhumi. Banyak warga menilai aplikasi ini mempermudah mereka mengecek status lahan tanpa harus mengurus dokumen fisik berlapis-lapis.

 

Seorang warga Jakarta, misalnya, mengatakan bahwa Bhumi memotong birokrasi panjang. “Biasanya kalau mau cek tanah harus datang ke kantor, sekarang bisa lihat langsung di HP,” ujarnya.

 

Pengalaman serupa juga dirasakan mahasiswa geografi yang memanfaatkan Bhumi untuk keperluan penelitian. Dengan data spasial yang terbuka, penelitian menjadi lebih akurat dan efisien.

 

Fitur pencarian lokasi berbasis koordinat GPS juga memberi kemudahan bagi masyarakat desa. Mereka bisa langsung menelusuri lahan pertanian atau tanah adat yang mereka miliki.

 

Bagi pemerintah, keterlibatan publik dalam memanfaatkan Bhumi sekaligus menjadi bentuk pengawasan sosial. Partisipasi ini memperkuat integritas data yang dimiliki ATR/BPN.

 

Ke depan, ATR/BPN berkomitmen untuk terus memperbarui data agar lebih lengkap dan akurat. Perbaikan data akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Harison menyebut, dengan semakin banyaknya pengguna Bhumi, kesadaran publik akan pentingnya legalitas tanah juga meningkat. Hal ini diharapkan mampu mengurangi sengketa tanah yang selama ini sering menjadi masalah sosial.

 

Menurutnya, konflik pertanahan bisa diminimalkan jika semua pihak memiliki informasi yang sama. “Kuncinya keterbukaan. Kalau data terbuka, semua bisa lihat, dan semua bisa kontrol,” jelasnya.

 

Kehadiran Bhumi juga mendukung kebijakan Satu Peta Nasional, yang bertujuan menyeragamkan seluruh data spasial agar tidak tumpang tindih antar instansi.

 

Dengan begitu, Bhumi bukan hanya aplikasi, tetapi juga bagian dari strategi besar tata kelola ruang dan lahan di Indonesia.

 

 

Sumber : https://infopublik.id/

Share234Tweet146Send

Konten terkait

Polres Lhokseumawe Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Warga yang Mudik Lebaran

15 Maret 2026

Lhokseumawe - Dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M,...

Polairud Polres Lhokseumawe Terlibat Evakuasi ABK Meninggal Dunia di Perairan Krueng Geukueh

15 Maret 2026

Aceh Utara - Personel Sat Polairud Polres Lhokseumawe turut terlibat dalam proses evakuasi medis (medivac) terhadap seorang Anak Buah Kapal...

Apel Malam Pos Pelayanan Ops Ketupat Seulawah Digelar di Terminal Kandang, Personel Gabungan Siap Beri Pelayanan Maksimal

15 Maret 2026

Lhokseumawe - Guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat, Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2026 Polres...

Jelang Berbuka Puasa, Polsek Banda Sakti Atur Lalu Lintas di Titik Rawan Kemacetan

15 Maret 2026

Lhokseumawe - Personel Polsek Banda Sakti, Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik rawan...

Terbaru

Polres Lhokseumawe Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Warga yang Mudik Lebaran

15 Maret 2026

Polairud Polres Lhokseumawe Terlibat Evakuasi ABK Meninggal Dunia di Perairan Krueng Geukueh

15 Maret 2026

Trending

  • Nonton Film Tuhog 2023, Kisah Perselingkuhan Seorang Istri Tentara dengan Ayah Mertua

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Nonton dan Download Film Tuhog 2023: Suami Bertugas, Apple Dy Digoyang Mertua

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Perkuat Silaturahmi, Kapolres Lhokseumawe Buka Puasa Bersama Wartawan

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Bergenre Erotis, Film Virgin Forest Kisah Fotografer Ditugaskan ke Hutan dan Bertemu Wanita Terperangkap di Rumah Bordil

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
  • Film Sugar Baby 2023, Alur Cerita Perjuangan Azi Acosta yang Dibumbui Adegan Ranjang

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.