Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

BGN Pastikan Program MBG Berikan Manfaat untuk Peningkatan SDM

NT by NT
14 Mei 2025
in Nasional
A A

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan manfaat positif terhadap sumber daya manusia (SDM) dalam jangka yang panjang.

“Pro dan kontra timbul karena pemahaman yang berbeda, pijakan berpikir yang tidak sama, dan argumentasi yang beragam. Sebagian belum memahami bahwa MBG adalah investasi jangka panjang untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Senin (12/5/2025).

Baca juga

Tinjau Langsung Program MBG, Bill Gates Apresiasi Komitmen Indonesia

8 Mei 2025
Foto : Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi.

Ipuk Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis, Pastikan Standar Terjaga

20 Maret 2025

Padahal, Presiden Prabowo Subianto selalu menyebutkan bahwa MBG adalah langkah strategik dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam mencetak generasi emas. Secara demografi kata Dadan, hal tersebut dapat dijelaskan dengan data.

Dadan memaparkan bahwa penduduk Indonesia sampai saat ini masih tumbuh sekitar 6 orang per menit atau 3 juta per tahun, dan populasinya akan mencapai 234 juta pada 2045.

“Jika menyimak data anggota rumah tangga berbasis penghasilan, kita dapat melihat bahwa sumber pertumbuhan itu berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin, yaitu masing-masing memiliki anggota rumah tangga 4,78 dan 4,34. Kalau keduanya dirata-ratakan akan memiliki angka 4,56. Angka 4,56 artinya kalau ada 100 keluarga miskin dan rentan miskin maka 56 keluarga anaknya 3, dan 44 keluarga anaknya 2,” jelasnya.

Lalu, pertumbuhan penduduk Indonesia berasal dari kalangan ini rata-rata pendidikan orang tuanya hanya 9 tahun sehingga menghasilkan kemiskinan terstruktur.

“Sekitar 60 persen anak-anak dari kalangan ini tidak punya akses yang baik terhadap makanan dengan gizi seimbang. Anak-anak mereka juga tidak pernah minum susu karena tidak mampu beli susu,” ungkap Dadan.

Menurut Dadan, anak-anak generasi Alpha dituntut menjadi tenaga produktif pada 2045 mendatang. Namun, tanpa adanya konsumsi makanan bergizi maka kekhawatiran yang muncul akan terjadi.

“Mereka yang sekarang ada dalam kandungan, mereka yang di TK, SD sampai SMA termasuk para santri dan sekolah keagamaan lainnya, 20 tahun kemudian di 2045 akan menjadi tenaga kerja produktif. Jika kita tidak intervensi dari sekarang, dikhawatirkan akan menjadi tenaga kerja produktif dengan kualitas rendah karena pertumbuhan otak dan fisik tidak optimal,” ujarnya.

Memang, lanjut Dadan, program MBG menyasar kelompok penting yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita untuk mencegah stunting. Karena pada periode ini, menurut Dadan, perkembangan otak sangat penting. Kemudian juga menyasar seluruh anak sekolah mulai dari PAUD sampai SMA dan juga santri serta sekolah keagamaan lainnya yang populasinya mencapai 82,9 juta atau 1/3 penduduk Indonesia.

Dengan target 82,9 juta penerima manfaat maka dana yang dibutuhkan untuk pemberian makan bergizi tentunya besar. “Intervensi perlu dilakukan agar dihasilkan generasi yang pintar-pintar karena seribu hari pertamanya optimal dan pertumbuhan fisiknya baik. Dengan populasi yang besar, otomatis akan membutuhkan dana yang besar,” ucap Dadan.

Perpres Khusus Percepatan MBG

Pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 82,9 juta penerima manfaat 2025 ini.

Dadan menjelaskan, aturan tersebut baru dibuat lantaran Presiden Prabowo Subianto memantau langsung ke tiap daerah, banyak yang belum menerima MBG meski pelaksanaan program ini telah berjalan lebih dari 4 bulan.

“Karena Pak Presiden itu setiap kali ke daerah, beliau merasa miris karena lebih banyak yang belum bisa terima (MBG) dibanding yang terima. Makanya kita membutuhkan percepatan,” katanya.

Selain itu, program ini awalnya masih diragukan namun setelah berjalan lancar, maka pemerintah mulai bergegas mempercepat target penyaluran Program MBG yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak didik mulai dari PAUD hingga SMA dan santri.

“Ya namanya kan begini, kita ini kan harus bekerja, berjalan. Kemudian melihat setelah dijalankan itu awalnya orang berpikir ini tidak akan jalan. Sebenarnya setelah jalan, ini harus lebih cepat lagi,” ungkap Dadan.

Ketika resmi dimulai pada 6 Januari 2025, Program MBG tercatat telah memberi makan kepada 570.000 anak sekolah dan melibatkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Hingga saat ini sudah terbentuk 1295 SPPG di 38 provinsi.

Apabila program MBG telah berjalan penuh maka dibutuhkan 30.000 SPPG untuk mencapai target 82,9 juta penerima manfaat. Untuk itu, dibutuhkan tambahan anggaran MBG Rp50 triliun lagi dari pagu anggaran saat ini sebesar Rp71 triliun.

Dalam mempercepat pembangunan ataupun operasional SPPG, di samping menggunakan alokasi anggarannya sendiri, BGN juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BUMN, TNI, Polri, dan pihak swasta.

Sumber: infopublik.id

Tags: MBG
Share234Tweet146Send

Konten terkait

Mahasiswa UTM, KKNT Olah Lumpur Banjir Jadi Batu Bata di Paya Rabo Lhok

30 Januari 2026

Aceh Utara — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM).melaksanakan kegiatan pengolahan lumpur sisa banjir menjadi...

Konsorsium PTN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut dan Aceh

29 Januari 2026

Aceh Utara - Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Ketahanan Bencana menyalurkan bantuan kemanusiaan ke dua provinsi terdampak banjir akibat badai siklon,...

Dari Data ke Narasi: Mengemas Peran UMKM dalam Perekonomian Daerah di Era Digital

7 Januari 2026

Di tengah arus informasi secara digital yang terjadi secara cepat, telah ikut menciptakan dinamika perekonomian secara global pula. Sektor usaha...

Ratusan warga ‘serbu’ rumah jurnalis Jamal untuk Ambil Bantuan, “Kami sangat terbantu”

22 Desember 2025

ACEH UTARA — Ratusan warga korban bencana banjir bandang menyerbu rumah milik jurnalis Jamaluddin Idris alias Jamal di Dusun Peut...

Terbaru

Apel Malam Ops Ketupat Seulawah 2026, Polres Lhokseumawe Tekankan Kesiapsiagaan Personel dan Imbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

16 Maret 2026

Polres Lhokseumawe Gelar Patroli Terpadu Amankan Shalat Tarawih Ramadan

16 Maret 2026

Trending

  • Nonton Film Tuhog 2023, Kisah Perselingkuhan Seorang Istri Tentara dengan Ayah Mertua

    1177 shares
    Share 471 Tweet 294
  • Perkuat Silaturahmi, Kapolres Lhokseumawe Buka Puasa Bersama Wartawan

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Nonton dan Download Film Tuhog 2023: Suami Bertugas, Apple Dy Digoyang Mertua

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Film Sugar Baby 2023, Alur Cerita Perjuangan Azi Acosta yang Dibumbui Adegan Ranjang

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Mengenal Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan Redaksi di Media

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.