Aceh Utara – Komitmen kemanusiaan personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur dalam penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polda Aceh terus berlanjut dengan menyasar fasilitas publik yang terdampak bencana. Pada Minggu (18/01/2026), sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel yang dipimpin oleh Danki Penugasan AKP Elan Suherlan, S.H., terjun langsung melaksanakan kegiatan pembersihan lumpur sisa banjir bandang di Stadion Sepak Bola Krueng Mane. Aksi ini difokuskan di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, sebagai upaya mempercepat pemulihan sarana olahraga kebanggaan warga setempat agar dapat segera digunakan kembali untuk aktivitas masyarakat.
Rangkaian kegiatan pembersihan ini diawali dengan pelaksanaan apel gabungan yang dipimpin oleh Kabagren Polres Lhokseumawe, Kompol Anwar, S.H., bertempat di lapangan apel Mapolres Lhokseumawe. Setelah menerima arahan terkait pembagian tugas, seluruh personel segera melakukan pergeseran pasukan (Serpas) menuju ploting wilayah pembersihan di area stadion. Di lokasi, personel Brimob Kaltim bersama unsur terkait bahu-membahu menyisir tribun, area ruang ganti, hingga lintasan lari yang tertutup material lumpur tebal, menunjukkan sinergitas yang kuat dalam menanggulangi dampak bencana alam di wilayah tersebut.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aksi bersih-bersih fasilitas olahraga ini merupakan wujud nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masa sulit pasca-banjir adalah untuk memastikan bahwa denyut nadi kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas olahraga anak muda, tidak terhenti terlalu lama. “Stadion Krueng Mane adalah pusat interaksi positif warga. Dengan membantu membersihkan sisa banjir ini, kami ingin memberikan dukungan moril kepada masyarakat Aceh Utara bahwa Brimob Kaltim hadir sebagai saudara yang siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga mengajak seluruh personel agar tetap menjaga stamina dan semangat pengabdian di tanah Serambi Mekkah. Beliau menekankan bahwa setiap tetes keringat dalam membantu memulihkan fasilitas publik adalah bentuk kontribusi nyata bagi persatuan bangsa di tahun 2026 ini. “Jadikan pengabdian ini sebagai bagian dari ibadah kita. Jangan pernah lelah berbuat baik dan tetaplah humanis dalam melayani masyarakat. Mari kita tunjukkan bahwa sinergi dari Bumi Etam untuk Aceh adalah simbol persaudaraan yang abadi. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.








