Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Indeks
Siber Nusantara
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Peristiwa
  • Featured
No Result
View All Result
Siber Nusantara
No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

Lima Nelayan yang Terdampar di Kepulauan Aru, Tiba di Aceh

MA by MA
23 Agustus 2025
in Daerah
A A

Baca juga

Polsek Muara Satu Amankan Shalat Tarawih, Imbau Jamaah Waspada Curanmor dan Pakai Kunci Ganda

11 Maret 2026

Polsek Blang Mangat Gelar Patroli Dialogis di Tempat Ibadah, Antisipasi Guantibmas Selama Ramadan

11 Maret 2026
Aceh Timur : Tangis keluarga pecah di Pendopo Idi, Sabtu (23/8/2025), ketika lima pemuda Aceh yang sempat terdampar di Kepulauan Aru, Maluku, akhirnya pulang ke kampung halaman.
Mereka bukan sekadar nelayan yang pulang dari rantau, melainkan penyintas dari pengalaman pahit berbulan-bulan bekerja tanpa kontrak, diperlakukan tidak manusiawi di kapal penangkap cumi, hingga nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky sendiri pun, menyambut kepulangan lima pemuda Aceh yang terdampar di Kepulauan Aru, Maluku pada (6/8/2025) lalu.
Kelima  nelayan itu adalah Osama (23) dan Ahyatul Kamal (22) warga Kecamatan Birem Bayem, Mohamad Azhar (22) warga Kecamatan Rantau Selamat, serta Abdul Asis (20) dan Ahmad Idrus(20) keduanya merupakan warga Kabupaten Aceh Tamiang.
Tiga dari mereka yang dari Aceh Timur telah ditunggu oleh sanak saudara sejak Sabtu pagi. Sementara dua dari Aceh Tamiang kabarnya juga bakal disambut oleh Bupati Aceh Tamiang dan keluarga mereka disana.
Dalam wawancara dengan awak media, Bupati Al-Farlaky menjelaskan, kelima nelayan tersebut awalnya berangkat dari Tanjung Priok menuju Merauke, Papua, menggunakan kapal penangkap cumi.
Namun, ketika tiba di perairan Kepulauan Aru, mereka memilih melompat ke laut sejauh sekitar delapan mil dari bibir pantai karena keterangan para korban tidak tahan dengan perlakuan tidak manusiawi di atas kapal.
“Mereka sempat terpisah, namun akhirnya diselamatkan oleh nelayan dari dua desa. Setelah itu ditampung di rumah salah seorang tokoh masyarakat bernama Pak Rudi. Keluarga mereka kemudian melapor kepada saya bahwa anak-anaknya hilang. Beruntung, salah satu dari mereka sempat mengirim titik koordinat melalui WA ke keluarganya di Rantau Selamat,” ungkap Al-Farlaky.
Dari titik koordinat itu, Bupati berkoordinasi dengan ajudannya dan juga Bupati Kepulauan Aru hingga akhirnya kelima nelayan Aceh ditemukan. Mereka kemudian dikumpulkan di satu lokasi, dan proses pemulangan difasilitasi oleh pemerintah.
“Biaya keberangkatan dari Kepulauan Aru ke Tanjung Priok kita bantu melalui Dinas Sosial Aceh Timur. Sesampainya di Jakarta, mereka ditangani pihak terkait, sebelum dipulangkan ke Aceh dengan biaya transportasi yang ditanggung Dinas Sosial Aceh. Ini hasil kolaborasi antar-pemerintah untuk memastikan mereka bisa kembali dengan selamat,” jelas Al- Farlaky seraya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil membantu pemulangan 5 putra Aceh ini.
Bupati Al-Farlaky juga mengingatkan agar pemuda Aceh tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar daerah yang menjanjikan gaji besar, tetapi justru menjerumuskan.
Fasilitas dasar pun tidak diberikan. Untuk sikat gigi mereka pakai air asin, makan hanya dua kali sehari, tanpa makan siang. Kondisi seperti ini jelas sangat berat. Karena itu saya mengimbau anak-anak muda Aceh Timur agar tidak mudah terbujuk janji-janji manis. Di Aceh juga banyak peluang kerja yang bisa digarap, tergantung kemauan kita,” tegas Al- Farlaky.
Pengakuan Nelayan Aceh: Bertahan dengan Air Asin hingga  Melompat ke Laut
Azis, salah satu dari lima nelayan Aceh yang terdampar di Kepulauan Aru, Maluku, mengungkapkan pengalaman pahitnya selama bekerja di kapal penangkap cumi yang berangkat dari Tanjung Priok menuju Merauke, Papua.
Azis mengaku awalnya mereka dijanjikan pekerjaan dengan kontrak 10 bulan dan gaji yang dianggap cukup menjanjikan. Namun, kenyataannya jauh berbeda dari harapan.
“Kami tidak pernah menandatangani kontrak apa pun, hanya diberi janji manis. Fasilitas yang dijanjikan juga tidak pernah ada,” ujarnya.
Selama di kapal, para ABK baru perlakukan tidak manusiawi. Mereka hanya diberi makan dua kali sehari, meskipun persediaan makanan di kapal sebenarnya cukup.
“Untuk sikat gigi saja kami pakai air asin. Air tawar yang ada di kapal tidak boleh kami gunakan, bahkan mandi pun paling hanya seminggu sekali. Kalau ketahuan pakai air tawar, kami dimarahi,” tambahnya.
Selain kekurangan makanan dan air, mereka juga kerap mendapat tekanan, hinaan, bahkan kekerasan dari ABK lama. Gaji yang dijanjikan pun tidak jelas. “Katanya untuk koki Rp50 ribu sehari, ABK Rp35 ribu, dan tukang mesin Rp75 ribu. Tapi kenyataannya tidak sesuai,” ungkap Azis.
Dalam kondisi tertekan, mereka akhirnya bertekad melompat dari kapal saat berada di perairan Kepulauan Aru pada pagi hari. Dengan membawa pelampung seadanya, mereka berenang sekitar sembilan jam.
“Kami sempat terpisah jarak 200 meter di laut, salah satu teman bahkan hampir tenggelam karena lemas. Tapi kami tetap saling menyemangati dan berdoa agar diselamatkan,” tutur Azis dengan suara bergetar.
Azis juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, yang ikut turun tangan membantu proses pencarian hingga pemulangan mereka.
“Kami tidak tahu harus berharap kepada siapa, tapi Alhamdulillah Allah menolong kami melalui bantuan Pak Bupati dan jajarannya. Kami sangat berterima kasih,” ucapnya.
Sumber : https://rri.co.id/
Share234Tweet146Send

Konten terkait

Perkuat Silaturahmi, Kapolres Lhokseumawe Buka Puasa Bersama Wartawan

11 Maret 2026

LHOKSEUMAWE — Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.H., M.S.M. menggelar kegiatan buka puasa bersama para wartawan di Cafe...

Kasat Intelkam dan Kasat Res Narkoba Polres Aceh Utara Diganti

10 Maret 2026

LHOKSUKON - Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H. pimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasat Intelkam dan Kasat...

Kerap Transaksi Sabu di Landing, Polisi Ringkus Dua Pengedar

10 Maret 2026

LHOKSUKON – Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dua pria yang diduga kuat...

Bocah 7 Tahun Ditemukan Meninggal di Saluran Pembuangan 

7 Maret 2026

LHOKSUKON - Seorang bocah berusia 7 tahun bernama Iqbal ditemukan meninggal dunia di saluran pembuangan di Dusun Peutuwah Leman, Gampong Meunasah...

Terbaru

Polsek Muara Satu Amankan Shalat Tarawih, Imbau Jamaah Waspada Curanmor dan Pakai Kunci Ganda

11 Maret 2026

Polsek Blang Mangat Gelar Patroli Dialogis di Tempat Ibadah, Antisipasi Guantibmas Selama Ramadan

11 Maret 2026

Trending

  • Nonton Film Tuhog 2023, Kisah Perselingkuhan Seorang Istri Tentara dengan Ayah Mertua

    1173 shares
    Share 469 Tweet 293
  • Nonton dan Download Film Tuhog 2023: Suami Bertugas, Apple Dy Digoyang Mertua

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • “Sugar Baby” 2023, Film Filipina Mengisahkan Perjalanan Wanita Cantik Azi Acosta Menghidupi Keluarga

    1917 shares
    Share 767 Tweet 479
  • Bergenre Erotis, Film Virgin Forest Kisah Fotografer Ditugaskan ke Hutan dan Bertemu Wanita Terperangkap di Rumah Bordil

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Perkuat Silaturahmi, Kapolres Lhokseumawe Buka Puasa Bersama Wartawan

    586 shares
    Share 234 Tweet 147
Siber Nusantara

Media Siber Nusantara mengabarkan informasi ke genggaman Anda.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privasi

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

No Result
View All Result
  • News
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Featured

© 2026 Siber Nusantara - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.