JAKARTA – Kepolisian Resor Kota Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menggagalkan upaya penyelundupan 107.800 benih lobster ke Singapura pada Minggu (8/10) lalu.
Wakapolresta Bandara Soetta, AKBP Raden Muhammad Jauhari mengungkapkan bahwa benih lobster tersebut ditemukan disembunyikan dalam dua koper di Terminal 2F Bandara Soetta.
Selain itu, kata dia, polisi berhasil menangkap dua pelaku yang berinisial MF (50) dan VGS (20), yang terlibat sebagai kurir dalam penyelundupan ini. Para pelaku diketahui menggunakan modus operandi membawa benih lobster dengan memasukkannya ke dalam koper, dan masing-masing dari mereka dibayar sebesar Rp10 juta sebagai imbalan atas perannya.
Menurut keterangan AKBP Raden Muhammad Jauhari, penyidik berhasil menyita satu koper yang berisi 63.000 benih lobster, paspor, dan boarding pass dari tangan MF. Sementara itu, dari tangan VGS, penyidik menyita satu koper berisi 44.800 ekor benih lobster, paspor, serta boarding pass.
“Hasil dari tindakan para pelaku ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp11.426.800.000,” ungkapnya.
Wakapolresta juga menambahkan, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman paling lama delapan tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.
Sementara itu, Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Roberto GM Pasaribu mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam perdagangan ilegal benih lobster. “Masyarakat bersama-sama dengan pemerintah dapat berperan aktif dalam melindungi dan menjaga kelestarian lobster dari risiko kepunahan dengan tidak memperjualbelikan benih lobster illegal,” pintanya.[]