Fakfak : Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Fakfak menggelar rapat persiapan pelaksanaan Malam Takbiran dan Sholat Ied 2025, Rabu (26/3/3)2025). Rapat yang berlangsung di Aula Perindag Fakfak ini dipimpin langsung oleh Ketua PHBI Fakfak, Mohjak Rengen, S.Sos., M.Sda., bersama panitia lainnya.
Dalam keterangannya, Mohjak Rengen menegaskan persiapan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan takbiran dan Sholat Ied berjalan tertib, aman, dan meriah.
“Kami ingin memastikan malam takbiran dan Sholat Ied nanti berjalan dengan lancar. Karena itu, kami telah menyusun konsep terbaik agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan penuh kebersamaan dan kegembiraan,” ujar Mohjak Rengen.
Salah satu keputusan penting dalam rapat ini adalah pelaksanaan Pawai Takbiran dalam bentuk festival. Setiap masjid di Fakfak diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam lomba takbiran menggunakan kendaraan roda empat.
“Kami akan menggelar Festival Takbiran sebagai bentuk syiar Islam. Setiap masjid diundang untuk mengikuti lomba ini, tetapi hanya menggunakan kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua tetap boleh ikut, namun akan diarahkan mengikuti jalur yang ditetapkan oleh panitia,” jelas Mohjak Rengen.
Pawai akan dimulai setelah sholat Isya dengan rute sebagai berikut:
• Start: Torea (Bandara Lama)
• Sepanjang Jalan Yos Sudarso – Thumburuni – Kawasan
• Naik ke Tugu Yos Sudarso – Tanjakan DPRD – Pom Bensin
• Jl. Cenderawasih (depan GOR) – Prisma – Telkom – Al-Munawarah
• Lapangan Basket – Kodim – Rumah Negara – Turunan Bea Cukai
• Finish: Taman Ma’ruf Amin.
PHBI Fakfak juga telah menetapkan enam titik utama pelaksanaan Sholat Ied 2025, yaitu:
• Masjid Agung
• Masjid Al-Munawarah
• Masjid Jami Kota
• Masjid Dulpok / Pelataran Pasar Dulpok
• Pertamina Sekru
• Masjid At-Taqwa Katemba
Menurut Mohjak Rengen, penetapan lokasi ini berdasarkan kapasitas dan kenyamanan jamaah.
“Kami telah berkoordinasi dengan pengurus masjid agar pelaksanaan Sholat Ied dapat berjalan dengan baik. Jamaah diharapkan membawa perlengkapan sholat sendiri dan tetap menjaga ketertiban,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran acara, panitia PHBI Fakfak juga telah menunjuk sejumlah tokoh agama untuk membantu pengaturan kendaraan dan koordinasi di lapangan, antara lain:
Mohjak Rengen menambahkan keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan malam takbiran dan Sholat Ied.
Diunkapkan, PHBI Fakfak akan menunggu hasil Sidang Isbat pada 29 Maret 2025 untuk penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri.
“Kami akan mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait 1 Syawal. Jika ada perubahan dalam pelaksanaan kegiatan, panitia akan segera menginformasikan kepada masyarakat,” tegas Mohjak Rengen.
Dengan persiapan yang matang, PHBI Fakfak berharap perayaan Idul Fitri 2025 dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan bagi seluruh umat Muslim di Fakfak.
sumber: rri.co.id
Lhokseumawe – Polsek Muara Dua terus meningkatkan patroli di wilayah hukumnya guna mencegah aksi premanisme…
Lhokseumawe – Personel Polres Lhokseumawe menggelar pengamanan di kawasan wisata Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu,…
Lhokseumawe – Guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran, personel Operasi Ketupat Seulawah 2025 melakukan pengaturan…
Lhokseumawe – Personel Pos Pengamanan Operasi Ketupat Seulawah 2025 melaksanakan kegiatan pengaturan arus lalu lintas…
Aceh Utara – Personel Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2025 melaksanakan kegiatan pengaturan arus lalu…
Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, memberikan penyampaian terkait pemberitaan yang…