Dalam pertemuan tersebut, Menhan RI menegaskan bahwa Indonesia dan Filipina telah menjalin hubungan bilateral yang kuat, khususnya di bidang pertahanan, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menhan juga menyampaikan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, serta mendorong peningkatan kemitraan yang saling menguntungkan di masa mendatang.
Kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina hingga saat ini telah mencakup berbagai bidang seperti latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, service to service working group, kunjungan pejabat tinggi militer kedua negara, pelatihan/kursus, serta kegiatan lainnya yang telah disepakati bersama.
Menhan RI juga menegaskan pentingnya dialog terbuka bersama Filipina dan negara-negara ASEAN lainnya untuk memastikan bahwa kerja sama pertahanan membangun rasa saling percaya.
“Solidaritas ASEAN akan terus menjadi landasan kekuatan kolektif kita dalam menghadapi tantangan global,” papar Menhan Sjafrie.
Dalam bidang industri pertahanan, Filipina merupakan salah satu pengguna utama produk pertahanan Indonesia. Pada tahun 2014, Pemerintah Filipina membeli dua kapal angkut jenis Strategic Sealift Vehicle dari PT PAL Indonesia. Selanjutnya, pada tahun 2022 di Manila, telah dilakukan penandatanganan kontrak jual beli kapal Landing Dock antara PT PAL Indonesia dan Department of National Defence, Filipina.
Sumber: kemhan.go.id
ACEH UTARA – DPRK Aceh Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur Aceh, Muzakir…
Aceh Utara – Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul…
Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Sat Samapta Polres Lhokseumawe melaksanakan…
Lhokseumawe – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama libur Hari Raya…
Lhokseumawe – Personel Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pengamanan di kawasan objek wisata Gunung Salak, Kamis…
Lhokseumawe – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang berkunjung ke lokasi…