Categories: News

Menteri PU dan Kepala BGN kolaborasi percepat dapur MBG di wilayah 3T

Jakarta  – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana intens berkoordinasi untuk mempercepat pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus utama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“Pembangunan dapur MBG ini tanggung jawab bersama. Kementerian PU siap hadir dari sisi infrastruktur agar program ini bisa berjalan cepat dan merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dody menegaskan komitmen Kementerian PU untuk mendukung penuh konstruksi, panduan teknis, dan standarisasi bangunan dalam pembangunan fasilitas yang kini disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.

Pertemuan antara Dody dan Dadan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani Maret lalu. Keduanya menjajaki bentuk dukungan baru dari Kementerian PU terhadap program prioritas nasional ini, yang merupakan salah satu agenda utama Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita. Kementerian PU sendiri memegang peran krusial dalam menyokong program ini melalui penyediaan infrastruktur dasar, termasuk dapur SPPG yang akan tersebar di berbagai wilayah.

Kepala BGN Dadan Hindayana menambahkan bahwa infrastruktur yang kokoh adalah kunci keberhasilan distribusi makanan bergizi kepada para pelajar.

 

“Rencananya, pengelolaan dapur MBG akan dilakukan dengan skema swakelola. Saat ini kami akan pertajam lokasi-lokasi di wilayah 3T,” jelas Dadan.

 

Dukungan Kementerian PU terhadap pembangunan dapur MBG juga sejalan dengan visi PU 608. Visi ini bertujuan menurunkan Rasio Output Modal Inkremental (ICOR) di bawah 6, menekan kemiskinan hingga 0 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Pembangunan dapur MBG diharapkan dapat membuka lapangan kerja di tingkat lokal, memperkuat rantai pasok bahan pangan, serta memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Kementerian PU dan BGN berencana membentuk tim koordinasi teknis untuk menyusun langkah konkret implementasi. Mereka menargetkan pembangunan 2.200 dapur SPPG yang siap digunakan pada tahun 2025.

 

Sumber : https://www.antaranews.com/

MA

Recent Posts

Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lhokseumawe Intensif Cegah Kriminalitas Malam Hari

LHOKSEUMAWE – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Sat Samapta…

7 jam ago

Patroli Malam Polsek Meurah Mulia Perkuat Kehadiran Polisi, Antisipasi Gangguan Kamtibmas

ACEH UTARA – Personel Polsek Meurah Mulia, Polres Lhokseumawe, melaksanakan patroli malam dalam rangka mengantisipasi…

7 jam ago

Respon Cepat Laporan Warga, Tim Star Reborn Polres Lhokseumawe Amankan Lima Sepeda Motor dari Kelompok Remaja

LHOKSEUMAWE – Tim Star Reborn Polres Lhokseumawe kembali menunjukkan respons cepat terhadap laporan masyarakat dengan…

7 jam ago

Perkuat Peran Bhabinkamtibmas, Ditbinmas Polda Aceh Supervisi Fungsi Binmas di Polres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Aceh melaksanakan kegiatan supervisi fungsi Binmas di Aula…

7 jam ago

Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir, Polres Lhokseumawe Terima Bantuan Perahu Karet dari PLN Nusantara Power Arun

LHOKSEUMAWE – Polres Lhokseumawe menerima bantuan satu unit perahu karet dari PLN Nusantara Power (NP)…

7 jam ago

Kapolres Lhokseumawe Salurkan Kursi Roda dan Santunan kepada Lansia di Ujong Pacu

Lhokseumawe - Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. kembali menunjukkan kepeduliannya kepada…

1 hari ago