Daerah

Kritik Keras Zubir HT Soal Penghentian JKA: Kebijakan Tidak Berpihak pada Rakyat di Tengah Bencana

ACEH UTARA – Sekretaris DPRK Aceh Utara, Zubir.HT, melontarkan kritik pedas terhadap keputusan Pemerintah Aceh yang menghentikan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Kebijakan ini dinilai sebagai langkah mundur yang menunjukkan hilangnya empati pemerintah terhadap kondisi riil masyarakat yang tengah tertatih pulih dari dampak bencana.

Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan lemahnya keberpihakan terhadap rakyat kecil, terutama di saat masyarakat masih menghadapi dampak ekonomi dan kesehatan pascabencana yang belum sepenuhnya tertangani.

“Ini bukan hanya soal kebijakan administratif, ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Menghentikan JKA di situasi seperti ini adalah keputusan yang tergesa-gesa dan tidak berpihak kepada rakyat,” tegas Zubir HT.

Ia juga menyoroti persoalan krusial dalam penentuan klasifikasi penerima manfaat JKA yang dinilai sangat sulit dibedakan di lapangan, khususnya dalam kondisi pascabencana.

“Di tengah situasi bencana, batas antara masyarakat mampu dan tidak mampu menjadi kabur. Banyak masyarakat yang sebelumnya tergolong mampu, kini justru terdampak dan membutuhkan bantuan. Jika klasifikasi ini dipaksakan, maka akan banyak warga yang terabaikan,” ujarnya.

Zubir HT menilai bahwa pendekatan berbasis data lama tidak lagi relevan digunakan dalam kondisi darurat seperti saat ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang tidak adaptif terhadap kondisi riil masyarakat hanya akan memperparah ketimpangan akses layanan kesehatan.

Lebih lanjut, ia mendesak Pemerintah Aceh untuk segera menghentikan implementasi kebijakan tersebut dan melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, serta perwakilan masyarakat.

“Kami menuntut adanya kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berbasis kondisi nyata di lapangan. Jangan sampai rakyat yang sedang bangkit dari bencana justru kembali dipukul oleh kebijakan yang tidak berpihak,” tambahnya.

Zubir.HT juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, mendapatkan akses layanan kesehatan, terutama dalam situasi krisis.

Penyampaian ini, kata Zubir, menjadi seruan tegas agar kebijakan publik di Aceh tidak hanya berorientasi pada efisiensi anggaran, tetapi juga mengedepankan rasa keadilan dan kemanusiaan.[]

Redaktur Pelaksana

Nama lengkap Saya Jamaluddin, S.Kom Kalau Jamal lain yang tidak punya S.Kom berarti itu bukan Saya.

Recent Posts

Kapolda Buka Latihan Brimob di Aceh Utara, Ini Harapannya

LHOKSUKON - Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen. Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. secara resmi…

9 jam ago

Tim Wasops Irwasda Polda Aceh Cek Pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Polres Lhokseumawe

Lhokseumawe – Tim Pengawasan Operasi (Wasops) dari Irwasda Polda Aceh melaksanakan pengecekan terhadap pelaksanaan Operasi…

14 jam ago

Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Lhokseumawe, Ciptakan Rasa Aman di Tengah Masyarakat

Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Tim Patroli Perintis Presisi…

14 jam ago

Patroli Malam Polsek Meurah Mulia, Cegah Guantibmas dan Antisipasi Curanmor

Aceh Utara – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Meurah…

14 jam ago

Patroli Dialogis Polsek Samudera, Antisipasi Guantibmas dan Pastikan Ketersediaan Sembako Aman

Aceh Utara – Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), personel Polsek Samudera…

14 jam ago

Apel Pagi Polsek Dewantara, Kapolsek Tekankan Disiplin, Kebersihan dan Pelayanan Maksimal

Aceh Utara – Personel Polsek Dewantara melaksanakan apel pagi di Lapangan Apel Mapolsek Dewantara, Selasa…

14 jam ago