Categories: News

Kisah Srikandi Dapur SPPG Aceh Utara: Menjemput Rezeki Demi Dapur Rumah dan Masa Depan Anak

ACEH UTARA — Di saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, lampu-lampu di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Dayah, Yayasan Seuramo Aneuk Nanggroe, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, sudah menyala terang. Jam dinding baru menunjukkan pukul 23.00 WIB, namun Saidah (40) bersama puluhan perempuan lainnya sudah bersiap di pos masing-masing.

Dapur SPPG ini merupakan jantung penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 24 titik penerima manfaat—mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SLB Bina Bangsa, hingga kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita (B3) di 11 desa. Namun, di balik beributnya aktivitas memasak dan pemorsian, ada kisah perjuangan para ibu rumah tangga (IRT) yang menjadikan tempat ini sebagai sandaran hidup.

Dari total 50 personel di bawah arahan Asisten Lapangan, Sofyan, terdapat 47 relawan dengan tambahan kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan, dengan total keseluruhan 50 orang. Sebanyak 70 persen di antaranya merupakan warga setempat yang terdiri dari Ibu Rumah Tangga (IRT), perempuan lajang dan para pria yang kini memikul peran penting sebagai tulang punggung keluarga.

 

 

 

Bagi Miftahul Jannah (41), seorang janda tiga anak asal Desa Tutong, Tanah Luas, pekerjaan di bagian cuci ompreng ini adalah jawaban atas doa-doanya. Selama 14 tahun menjanda setelah mantan suami lepas tangan, Miftahul harus membanting tulang menjadi buruh tani di sawah orang demi menghidupi tiga anaknya yang kini duduk di bangku kuliah, kelas 3 SMA, dan kelas 3 SMP.

 

 

 

“Saya juga menafkahi tiga anak yatim, ada yang saya masukkan ke dayah dan butuh biaya. Sekarang shift kerja saya dari pukul 12.00 – 18.00 WIB. Hasil dari sini sangat membantu saya membiayai sekolah dan kebutuhan anak-anak dan tiga keponakan saya,” ungkap Miftahul yang gigih berjuang tanpa menyerah pada keadaan, Kamis (10/9).

 

 

 

Perjuangan serupa dilakoni Saidah (40), warga Desa Dayah. Dulu, ia menyambung hidup dengan berjualan jajanan di sekolah dasar dan sesekali nguli di sawah, sementara suaminya bekerja sebagai pesuruh di sekolah tempatnya berjualan. Di SPPG, Saidah bertugas di bagian pengolahan.

 

 

 

“Kami standby jam 23.00 WIB dan mulai memasak pukul 02.00 WIB sampai selesai, tergantung tingkat kesulitan menu. Saya bekerja di sini untuk membantu ekonomi keluarga dan membiayai anak yang sekolah di dayah dan kelas 3 SD,” kata Saidah.

 

 

 

Tak kalah menguras keringat adalah tugas di bagian persiapan yang diisi oleh Cut Mursyidah (27) dan Cut Naura Ayunda (33). Cut Mursyidah, ibu dari satu anak murid kelas 1 SD asal Desa Mee, harus bekerja dari lepas Magrib hingga dini hari—bahkan kerap bertahan hingga pukul 03.00 pagi jika ada menu buah potong.

 

 

 

“Saya bekerja untuk membantu suami sekaligus memenuhi kebutuhan harian dan jajan anak. Harapan saya, program yang dicanangkan Presiden Prabowo ini bisa terus berjalan konsisten karena sangat berdampak bagi kami,” tutur Mursyidah.

 

 

 

Sementara itu, Cut Naura Ayunda (33) yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap, kini bisa bernapas lega. Dengan kondisi suami yang bekerja serabutan, pendapatan dari dapur SPPG menjadikannya mampu menopang kebutuhan rumah tangga dengan lebih pasti.

 

 

 

Melalui program MBG, keberadaan SPPG Yayasan Seuramo Aneuk Nanggroe tidak hanya berhasil memastikan anak-anak sekolah dan balita di Aceh Utara mendapatkan asupan gizi yang layak. Lebih dari itu, dapur ini telah menjadi rumah bagi para perempuan tangguh untuk menjemput rezeki yang halal, menegakkan kembali perekonomian keluarga, dan merajut asa demi pendidikan anak-anak mereka. []

CUT ISLAMANDA

Nama lengkap Saya Jamaluddin, S.Kom Kalau Jamal lain yang tidak punya S.Kom berarti itu bukan Saya.

Recent Posts

Ekonomi Lokal Terancam, Warga Minta Program MBG Tetap Dikelola SPPG Yayasan

LHOKSUKON – Wacana pengalihan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kantin sekolah tak hanya memicu…

4 jam ago

Program MBG Hidupkan Asa UMKM dan Petani Lokal: Cerita Mursalin Menopang Keluarga Lewat SPPG Aceh Utara

ACEH UTARA — Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Seuramo Aneuk Nanggroe di Desa…

4 jam ago

Patroli Dialogis, Polisi Sosialisasikan Pencegahan Karhutla kepada Masyarakat di Nisam

ACEH UTARA – Personel Polsek Nisam Polres Lhokseumawe melaksanakan patroli dialogis sekaligus memberikan sosialisasi dan…

11 jam ago

Cegah Guantibmas, Polisi Tingkatkan Patroli dan Pantau Ketersedian Bahan Pokok di Pasar Inpres Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Dalam upaya mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), personel Polres Lhokseumawe…

11 jam ago

Polsek Blang Mangat Hadir di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Pastikan Arus Lalu Lintas Pagi Lancar

LHOKSEUMAWE – Personel Polsek Blang Mangat Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan Strong Point berupa pengamanan dan…

11 jam ago

Apel Pagi Sat Polairud Polres Lhokseumawe, Pastikan Kesiapan Personel dalam Pelaksanaan

LHOKSEUMAWE – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lhokseumawe melaksanakan apel pagi sebagai…

11 jam ago