Daerah

Kepala Daerah di Papua Barat Daya Sepakat Prioritaskan Pendidikan Gratis

Sorong – Pendidikan gratis telah menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kepala daerah baik gubernur, bupati dan wali kota di Tanah Papua dalam pandangan masyarakat. Untuk itulah, pendidikan gratis benar – benar harus bisa di wujud nyata kan pemerintah daerah.

Dalam pemaparan pra Musrembang Provinsi Papua Barat Daya Selasa (11/3/2025), seluruh bupati dan walikota sepakat untuk bisa melaksanakan pendidikan gratis dari TK, SD,SMP dan SMA di Papua Barat Daya.

Untuk Kabupaten Sorong, Wakil Bupati Kabupaten Sorong, H. Sutedjo mengungkapkan telah diberlakukan di kabupaten Sorong sejak 12 tahun yang lalu.

“Sekolah gratis telah kita berlakukan sejak 12 tahun yang lalu, dan juga kita telah memberikan seragam gratis kepada siswa sejak lima tahun yang lalu, ” ujar Wabup Sutedjo.

Wali kota Sorong, Septinus Lobat pun menjadikan pendidikan gratis sebagai prioritas utama selaras dengan program prioritas Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau.

“Untuk yang awal kita baru bisa terapkan di sekolah negeri yang berjumlah 72 sekolah dari TK hingga SMA. Jadi untuk negeri tidak ada lagi yang bayar, ” ucap Walikota Septinus Lobat.

Sementara untuk sekolah swasta, lanjut Walikota Septinus Lobat, diberikan afirmasi untuk Orang Asli Papua (OAP).

Pendidikan gratis lanjutnya, secara resmi Pemerintah Kota Sorong akan resmi dicanangkan pada Bulan Mei 2025.

“Kami secara khusus mengundang bapak Gubernur untuk hadir pada pencangan pendidikan gratis, ” katanya.

Bupati Raja Ampat, Orideko Irianto Burdam pun dihadapan Gubernur Elisa Kambu dan Wagub Ahmad Nausrau melaporkan telah memerintahkan dalam berbagai rapat bersama sekda dan OPD untuk bisa memberlakukan pendidikan gratis.

“Kita di Raja Ampat punya APBD termasuk cukup tinggi, tetapi kenapa tidak bisa pendidikan gratis. Maka saya sampaikan tidak ada alasan lagi, pendidikan gratis harus bisa diberlakukan, ” kata, Orideko Burdam.

Gubernur Elisa Kambu menekankan Mei 2025, sudah harus dilaksanakan program pendidikan gratis. Dan harus diberlakukan tanpa ada diskriminasi atau membeda – bedakan. Dirinya berharap tahun ajaran baru, tidak ada lagi pembayaran uang pendaftaran, dan sumbangan pembangunan yang dibebankan kepada siswa baru.

sumber: rri.co.id

AM

Recent Posts

Ciptakan Rasa Aman, Personel Satsamapta Intensifkan Patroli di Pusat Aktivitas Masyarakat

  Lhokseumawe – Personel Satuan Samapta Polres Lhokseumawe kembali menggelar Patroli Perintis Presisi di sejumlah…

3 jam ago

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Lhokseumawe Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Mabrur

  Lhokseumawe – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas)…

3 jam ago

Sat Binmas Polres Lhokseumawe Edukasi Masyarakat di SPBU Kutablang, Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi

    Lhokseumawe – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lhokseumawe terus meningkatkan upaya pencegahan…

3 jam ago

Polres Lhokseumawe Musnahkan Ladang Ganja 2 Hektare di Sawang, Dua Pelaku Diamankan

  Aceh Utara – Komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika terus ditunjukkan oleh Satuan…

3 jam ago

Kapolres Lhokseumawe Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kabaglog Serta 5 Kapolsek

  Lhokseumawe – Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. memimpin upacara Serah…

3 jam ago

Tinggal Sebatang Kara, Lansia di Aceh Utara Ditemukan Meninggal di Atas Kasur

LHOKSUKON – Seorang warga lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Bineh…

18 jam ago