Internasional

Jaksa Perintahkan Segera Tangkap Donald Trump

Jakarta — Jaksa Distrik Fulton County Fani Wilis mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap eks Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (14/8).

Dengan surat ini, Trump dan sejumlah terdakwa lain diminta menyerahkan diri hingga 25 Agustus mendatang.

“Saya memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk menyerahkan diri secara sukarela selambat-lambatnya tengah hari pada Jumat tanggal 25 Agustus,” kata Wilis seperti dikutip CNN.

Wilis mengeluarkan surat perintah penangkapan ini seiring dengan kasus Trump yang diduga berupaya membatalkan pemilihan di Georgia pada 2020.

Dilansir The Guardian, Trump dan sekutunya membuat siasat untuk membatalkan hasil pemilihan di Georgia sebagai upaya membatalkan hasil pemilihan.

Pada 2 Januari 2021, Trump menelepon Brad Raffensperger, pejabat Georgia dari Partai Republik, untuk memintanya membatalkan hasil pemilihan.

Trump menelepon Raffensperger, yang kemudian ditolak olehnya, setelah ia dan sekutunya, termasuk pengacara Rudy Giuliani, menyebarkan kebohongan tentang pemilihan di Georgia untuk membuat warga ragu akan hasil pemilihan.

Salah satu hoaks itu adalah ada petugas tempat pemungutan suara (TPS) yang mengeluarkan surat suara dari bawah meja dan secara curang menghitungnya kala para pengawas pergi. Klaim itu tidak benar karena penghitungan suara tidak berhenti di malam hari.

Trump juga disebut mengumpulkan sekelompok pemilih palsu yang terdiri dari 16 orang di ibu kota Georgia pada Desember 2020. Mereka diminta menandatangani sertifikat yang menegaskan kemenangan Trump yang dikirim ke Arsip Nasional.

Salah satu pemilih palsu, Cathy Latham, juga diduga terlibat dalam insiden terpisah saat sekutu Trump memperoleh akses ilegal ke peralatan pemungutan suara Dominion.

Pada 7 Januari 2021, Latham membantu sebuah perusahaan yang disewa pihak kampanye Trump untuk mendapatkan akses ke peralatan pemungutan suara di Coffee County, daerah pedesaan sejauh 200 mil tenggara Atlanta.

Dia mengunggah data ke situs yang terlindung kata sandi di mana para sekutu Trump dapat mengunduhnya untuk membuktikan bahwa mesin pemungutan suara Dominion telah dicurangi dan merugikan Trump dalam pemilihan.

Ini merupakan kasus kedua yang menjerat pidana Trump atas upayanya menggagalkan pemilihan umum. Ini juga merupakan yang ketiga kalinya Trump didakwa melakukan kejahatan di tahun ini.

Dakwaan soal pemilu Georgia di Fulton County ini lebih berat ketimbang dakwaan federal yang diajukan penasihat khusus untuk Departemen Kehakiman, Jack Smith, beberapa waktu belakangan. Sebab kasus ini akan dilanjutkan di pengadilan negara bagian sehingga Trump tak akan bisa ikut campur meskipun dia terpilih sebagai presiden di masa mendatang.

Kasus ini juga menggunakan undang-undang yang biasanya dikaitkan dengan mafia guna mengikutsertakan kejahatan oleh orang-orang yang berbeda ke dalam satu lingkup kasus yang lebih besar.

Pada Agustus lalu, Smith menjatuhi empat dakwaan terhadap Trump karena mencoba membatalkan pemilihan. Trump mengaku tak bersalah dan persidangannya pun ditunda hingga 2 Januari.

Kasus ini lemah karena apabila Trump terpilih sebagai presiden, dia bisa memecat Smith dan menyingkirkan segala tuduhan terhadap dirinya sendiri. Trump juga secara teoritis bisa mengampuni diri sendiri jika dia akhirnya dijatuhi hukuman.

Pada Juni, Smith juga menuduh Trump secara ilegal menyimpan informasi pertahanan nasional di bawah Undang-Undang Spionase. Trump juga dituduh menghalangi upaya pemerintah untuk mengambil kembali dokumen tersebut. Trump mengaku tak bersalah atas tuduhan ini.

Kemudian pada Maret, Trump didakwa dengan 34 tuduhan memalsukan catatan bisnis di Manhattan. Tuduhan itu terkait dengan pembayaran $130.000 yang dia lakukan kepada bintang Stormy Daniels. Trump mengaku tak bersalah untuk tuduhan ini.

Dalam persidangan terbaru ini, Wilis menuduh Trump dan 18 terdakwa lain, termasuk mantan kepala staf Gedung Putih Trump, Mark Meadows, dan pengacara Rudy Giuliani dan John Eastman melakukan tindakan berlawanan hukum.

Ini merupakan kedua kalinya Trump didakwa sehubungan dengan upayanya membatalkan pemilu usai kalah dari Joe Biden pada 2020 lalu.[]

Redaktur Pelaksana

Nama lengkap Saya Jamaluddin, S.Kom Kalau Jamal lain yang tidak punya S.Kom berarti itu bukan Saya.

Recent Posts

Sat Binmas Polres Lhokseumawe Tinjau Satkamling, Dorong Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Lhokseumawe – Dalam upaya memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat, Kasat Binmas Polres Lhokseumawe…

21 jam ago

Wujud Kepedulian Institusi, Si Dokkes Polres Lhokseumawe Cek Kondisi Personel yang Sakit

Lhokseumawe – Sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan personel, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) Polres…

21 jam ago

Kapolsek Meurah Mulia Hadiri Pilchiksung Barat Paya Itek, Apresiasi Pemilihan Berjalan Aman dan Tertib

Aceh Utara – Kehadiran Kapolsek Meurah Mulia Ipda Mukhlis, S.H., dalam pelaksanaan Pemilihan Geuchik Langsung…

21 jam ago

Patroli Malam Polsek Samudera Sisir Titik Rawan, Antisipasi Guantibmas dan Kriminalitas

Aceh Utara – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Polsek Samudera…

21 jam ago

Patroli Malam Polsek Meurah Mulia Antisipasi Guantibmas, Warga Diajak Jaga Kamtibmas Bersama

Aceh Utara – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Polsek Meurah Mulia…

21 jam ago

Kejari Aceh Utara Musnahkan Narkotika dan Senpi Rakitan

​LHOKSUKON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara melaksanakan pemusnahan barang bukti dari 77 perkara tindak…

2 hari ago