News

Dua Terpidana Cambuk di Lhoksukon Pingsan Saat Dieksekusi

LHOKSUKON – Dua dari 12 terpidana hukuman cambuk jatuh pingsan saat menjalani hukuman di lokasi eksekusi, halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Rabu (27/12/2023).

Dua terpidana yang jatuh pingsan tersebut yaitu Muthmainnah dan Barmawi. Satu di antaranya terpaksa ditunda proses penjatuhan hukuman itu dan sisanya akan dilanjutkan pada Febuari 2024 mendatang.

Berikut nama-nama terpidana hukuman cambuk yang dirilis Kejari:

(1). Agus Saputra 33 kali cambuk (kasus pelecehan seksual terhadap anak);
(2). Ahmad Zaki 35 kali cambuk (kasus pelecehan seksual);
(3). Muzakir 69 kali cambuk (kasus pelecehan seksual terhadap anak);
(4). Rudi Lianda 39 kali cambuk (kasus menjadikan fasilitas/mempromosikan zina);
(5). Fakhrul Razi 100 kali cambuk (kasus zina terhadap anak);
(6). Muhammad Aji 74 kali cambuk (kasus pelecehan seksual terhadap anak);
(7). Barmawi 100 kali cambuk (kasus zina);
(8). Rosmawar 100 kali cambuk (kasus zina);
(9). Marzuki 100 kali cambuk (kasus zina);
(10). Muthmainnah 100 kali cambuk (kasus zina).
(11). Abdullah 35 kali cambuk (kasus maisir/judi online); dan
(12). Muhammad Fikri 35 kali cambuk (kasus maisir/judi online).

Kepala Kejari Aceh Utara, Teuku Muzafar, S.H., M.H, mengatakan ke 12 terpidana hukuman cambuk tersebut di antaranya kasus perzinaan, pelecehan seksual terhadap anak dan maisir atau judi online.

“Iya, dari total 12 orang, yang 11 orang dapat terlaksana dengan baik. Sementara satu orang belum bisa dilaksanakan karena tadi pada saat cambuk kondisinya tidak memungkinkan secara medis. Sisanya 90 kali cambuk lagi diagendakan Febuari 2024,” kata Teukeu Muzafar.

Kata Teukeu Muzafar berharap hukuman cambuk yang telah dijatuhkan terhadap para terpidana nantinya dapat menjadi efek jera yang maksimal. Dikatakan, terpidana sengaja dicambuk dengan wajah terbuka di tempat umum agar terpidana benar-benar menyesali perbuatannya.

“Tadi di saat (terpidana) ada yang mencoba memakai masker, Kita suruh lepas. Jadi, kemudian ini juga menjadi fungsi kontrol bagi masyarakat agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ucap Teukeu Muzafar.

Teuku Muzafar mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua korban agar benar-benar memberikan perhatian kepada anaknya agar terhindar dari perbuatan zina atau pelecehan seksual dan lainnya.

Pelaksanaan hukuman cambuk tersebut berjalan lancar dan turut disaksikan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat terkait lainnya.[]

Redaktur Pelaksana

Nama lengkap Saya Jamaluddin, S.Kom Kalau Jamal lain yang tidak punya S.Kom berarti itu bukan Saya.

Recent Posts

Pengamanan Pantai Rancung Diperketat saat Lebaran, Polisi Pastikan Wisatawan Aman dan Nyaman

Lhokseumawe - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat momentum Hari Raya…

2 hari ago

Momentum Lebaran, Polsek Banda Sakti Perketat Pengamanan SPBU dan Titik Rawan

Lhokseumawe - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada momentum Hari Raya…

2 hari ago

Arus Lalu Lintas di Terminal Tipe A Ramai Lancar, Personel Gabungan Siaga Beri Pelayanan Maksimal

Lhokseumawe - Arus lalu lintas di kawasan Terminal Tipe A, Jalan Medan–Banda Aceh, Kecamatan Muara…

2 hari ago

Personel Operasi Ketupat Seulawah Amankan Jalur Wisata Gunung Salak, Arus Lalu Lintas Terpantau Lancar

Aceh Utara - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah, personel melaksanakan apel kesiapsiagaan di…

2 hari ago

Patroli Dialogis Polsek Sawang Ciptakan Rasa Aman, Polisi Imbau Warga Aktif Jaga Kamtibmas

Lhokseumawe - Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Polsek Sawang,…

2 hari ago

Apel Kesiapan Pos Pantau Krueng Geukuh, Personel Langsung Atur Lalin di SP 4 Dewantara

Aceh Utara - Dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, personel Pos…

3 hari ago