Categories: News

Berantas kejahatan, Kemenkum luncurkan sistem “beneficial ownership”

Logo HUT 87

 

Politik

Hukum

Ekonomi

Metro

Sepakbola

Olahraga

Humaniora

Lifestyle

Hiburan

Nusantara

Dunia

Infografik

Foto

Video

Tekno

Otomotif

Warta Bumi

Rilis Pers

ANTARA Hukum

Berantas kejahatan, Kemenkum luncurkan sistem “beneficial ownership”

6 Oktober 2025 14:36 WIB

 

Berantas kejahatan, Kemenkum luncurkan sistem “beneficial ownership”

Peluncuran aplikasi layanan sistem verifikasi pemilik manfaat (beneficial ownership​​​​​​​) di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (6/10/2025). (ANTARA/Fath Putra Mulya)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Hukum (Kemenkum) melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) meluncurkan aplikasi layanan sistem verifikasi pemilik manfaat (beneficial ownership/BO) dalam rangka memberantas kejahatan keuangan.

 

Dengan berlandaskan Peraturan Menteri Hukum Nomor 2 Tahun 2025 tentang Verifikasi dan Pengawasan Pemilik Manfaat Korporasi, sistem pelaporan data pemilik manfaat dialihkan dari sebelumnya pernyataan mandiri (self-declaration) menjadi verifikasi kolaboratif.

 

“Kita akan sangat memberi bantuan dan membantu aparat penegak hukum. Kalau terjadi sesuatu, tidak perlu repot-repot mencari data yang terkait dengan penerima manfaat karena semua sudah melewati verifikasi,” kata Menkum Supratman Andi Agtas saat peluncuran di Kantor Kemenkum, Jakarta, Senin.

 

Selama ini, pemerintah telah mengambil langkah strategis melalui Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 dengan melakukan sistem pelaporan data pemilik manfaat yang bergantung pada self-declaration.

Namun, hal itu dinilai belum optimal karena tidak didukung instrumen verifikasi yang kuat. Supratman mengatakan berdasarkan pengalamannya, banyak pemilik manfaat yang mencatut nama orang lain.

 

“Pengalaman pertama kali saya menjadi menteri, banyak sekali BO yang terdaftar justru itu mencatut nama orang lain. Saya tidak tahu apakah itu disengaja atau kalau mencatut nama pejabat atau petinggi tanpa persetujuannya untuk menakut-nakuti orang, tapi kenyataannya seperti itu,” ujarnya.

 

Supratman lanjut menjelaskan, dengan langkah strategis terbaru ini, pencatatan pemilik manfaat tidak lagi secara self-declaration, tetapi wajib dilakukan melalui notaris. Kemudian, Ditjen AHU bersama lintas kementerian/lembaga akan melakukan verifikasi.

 

Aplikasi sistem verifikasi BO atau pemilik modal diluncurkan untuk memulai proses validasi data secara sistematis guna memberikan kepastian awal bagi para pengguna. Dengan adanya aplikasi ini, efisiensi dan akurasi verifikasi data diproyeksikan meningkat signifikan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kemenkum juga mengenalkan prototipe BO gateaway yang dirancang sebagai sistem terintegrasi yang akan memfasilitasi pertukaran dan verifikasi data pemilik manfaat secara digital antarkementerian dan lembaga.

BO gateaway ditargetkan menjadi penghubung data Ditjen AHU Kemenkum dengan instansi lain, seperti Ditjen Pajak, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

 

Menurut Menkum, langkah yang diambil pemerintah ini akan menciptakan berbagai dampak positif, salah satunya adalah membantu meningkatkan citra Indonesia di mata internasional terkait transparansi dan akuntabilitas.

 

Dalam hal ini, dia menyinggung cita-cita Indonesia menjadi anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Untuk menjadi anggota, kata dia, dibutuhkan syarat ketat, termasuk komitmen pemerintah membuat sistem pelaporan transaksi keuangan yang transparan.

 

“Dengan sistem BO gateway yang dikembangkan itu tidak sekadar hanya orang mendaftar untuk pemilik manfaat, tetapi akan ada kolaborasi lintas kementerian untuk memastikan bahwa pemilik manfaat itu adalah benar-benar orang yang menerima manfaat atas pendaftaran dari BO yang dilakukan,” ucapnya.

Di samping menciptakan transparansi dan meningkatkan nilai Indonesia di mata dunia, Supratman menyebut langkah yang diluncurkan hari ini juga dapat meningkatkan penerimaan negara, terutama perihal pajak penghasilan. “Juga akan menimbulkan sebuah kompetisi dan informasi terkait dengan pengadaan barang dan jasa juga akan semakin baik,” imbuhnya.

 

Terlepas dari itu, Menkum meyakini langkah inisiatif itu akan mencegah kejahatan keuangan. “Jangan sampai tindak pidana pencucian uang ataupun juga terorisme dan kegiatan-kegiatan transnasional yang lain itu bisa lebih berkembang,” tuturnya.

 

Peluncuran tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Ketua KPK Setyo Budiyanto, serta perwakilan dari kementerian/lembaga terkait lainnya.

Sumber : https://m.antaranews.com/

MA

Recent Posts

Polisi Tangkap Seorang Pria dan IRT, 17 Paket Sabu Diamankan

LHOKSUKON - Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di…

11 jam ago

Menteri PU dan Wakil Bupati Aceh Utara Resmikan Rehabilitasi Bendungan Krueng Pase

Lhoksukon - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang…

11 jam ago

Kebakaran 77 Rumah di Kampung Jawa Lama, Polisi Turunkan Water Cannon dan Amankan Lokasi

Lhokseumawe – Kebakaran hebat melanda puluhan rumah semi permanen di Komplek Pardede, Dusun Mutalahuddin, Desa…

12 jam ago

Patroli Perintis Presisi Sasar Terminal Tipe A Kota Lhokseumawe, Polisi Cegah Gangguan Kamtibmas Malam Hari

Lhokseumawe – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Lhokseumawe melaksanakan…

19 jam ago

Kapolres Lhokseumawe Jenguk Pimpinan Dayah Abu Hasballah di RS MMC

Lhokseumawe – Wujud kepedulian dan empati terhadap tokoh agama, Kapolres Lhokseumawe menjenguk Abu Hasballah (Abu…

19 jam ago

Kapolsek Blang Mangat Jadi Pembina Upacara di SMAN 6 Lhokseumawe, Tanamkan Disiplin dan Kepedulian Sosial

Lhokseumawe – Dalam upaya membangun karakter generasi muda yang disiplin dan berakhlak, Kapolsek Blang Mangat,…

19 jam ago