Jakarta – Menurut data terbaru yang dirilis oleh WDMMW, Angkatan Laut Indonesia kini berad adi urutan keempat dunia.
Peringkatnya mengejutkan, karena di atas Indonesia, ada AS di urutan pertama, China di urutan kedua, Rusia di urutan ketiga, baru Indonesia.
Indonesia saat ini memiliki lebih dari 75.000 personel angkatan laut aktif, hanya sekitar 252 kapal tempur permukaan berbagai jenis, dan 4 kapal selam.
Perlu diketahui, meski TNI Angkatan Laut memiliki jumlah kapal permukaan yang banyak.
Namun proporsi terbesarnya adalah kapal patroli dan kapal rudal, dari kedua jenis kapal tersebut jumlahnya sekitar 180 buah.
Kapal perang utama yang beroperasi aktif adalah dua fregat kelas Matadinata yang dibangun bersama oleh Indonesia dan Belanda, dengan bobot perpindahan penuh hampir 3.000 ton.
Selain itu, terdapat 3 fregat kelas Bangyou (F2000) buatan Inggris dan 4 fregat kelas Diponegoro (disebut juga SIGMA 9113) buatan Belanda.
Saat ini, kapal perang dengan tonase terbesar di TNI Angkatan Laut adalah kapal pendarat amfibi kelas Makassar buatan Korea Selatan, dengan bobot penuh kapal ini sekitar 15.000 ton, dan jumlah perlengkapannya 4.
Tiga dari empat kapal selam tugas aktif adalah kelas Chang Bogo yang dibeli dari Korea Selatan, dan satu lagi adalah kapal selam Tipe 209 yang dibeli dari Jerman.
Sebenarnya Indonesia awalnya memiliki dua kapal selam Type 209, namun salah satunya tenggelam akibat kecelakaan saat latihan pada tahun 2021, sehingga kini hanya tersedia satu kapal selam Jerman.
Pembelian Indonesia atas 24 jet tempur F-15EX dari Boeing AS belakangan menjadi pemberitaan hangat.
Pasalnya Indonesia yang dikenal dengan persenjataan tuanya kini mulai memodernisasi alutsistanya.
Sebelumnya, mengutip La Tribune Indonesia telah membeli 42 jet tempur Rafale dari Prancis pada 10 Februari 2022 dengan pembelian 2 kapal selam Scorpene.
Kemudian, Indonesia juga membeli 12 Mirage 2000-5 bekas dari Qatar pada Juni 2023 lalu.
Terakhir, Indonesia resmi membeli 24 jet tempur F-15EX dari AS, yang diumumkan resmi pada Selasa (22/8/23).
Menurut situs Kemhan.go.id, Indoesia resmi mengakuisisi 24 jet tempur F-15EX dari Boeing setelah menandatangani nota kesepahaman MoU.
Penandatanganan tersebut dilakukan di kantor Boeing Company, St Louis, Missouri.
Dengan penandatanganan tersebut, Indonesia juga mendapatkan kode untuk F-15EX yaitu F-15IDN.
Pembelian tersebut pun mendapat sorotan dari China terkait peningkatan militer Indonesia dalam waktu belakangan ini.
Menurut Zhuanlan.zhihu.com, menyebut belakangan banyak pemberitaan mengenai TNI.
Puncaknya adalah penandatanganan 24 jet tempur F-15EX dengan Boeing yang dianggap tak terduga.
Dengan pembelian tersebut, dipastikan Indonesia kini memiliki kekuatan militer udara yang cukup kuat di kawasan Asia-Pasifik.[]
Lhokseumawe – Personel Sat Polairud menyapa dan berdiskusi langsung dengan para nelayan serta warga yang…
Lhokseumawe – Personel Satuan Samapta kembali menyisir sejumlah titik rawan guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan…
Lhokseumawe – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, personel Polsek…
Aceh Utara – Personel Polsek Meurah Mulia Polres Lhokseumawe kembali hadir di tengah masyarakat melalui…
Lhokseumawe – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel…
- Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM yang akrab disapa Ayah Wa,…